Trending

‎Penerbangan ke Jakarta Kembali Dibuka, Bandara Internasional Syamsudin Noor Kembali Normal

 

BANDARA: Suasana Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru yang terlihat mulai normal kembali/foto: yuanda

BANUATODAY.COM, BANJARBARU - Abu vulkanik akibat erupsi Anak Krakatau yang dinyatakan mulai aman, membuat Operasional penerbangan rute Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) resmi dibuka kembali sejak Selasa (8/9) pukul 00.30 WIB. 

‎Normalisasi ini langsung berdampak positif pada penguraian penumpukan penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor, di Banjarbaru.

‎General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengonfirmasi bahwa penerbangan perdana menuju Jakarta pascalibur darurat akibat erupsi Gunung Anak Krakatau telah diberangkatkan Selasa pagi.

‎“Puji Tuhan, Alhamdulillah, tadi pagi penerbangan pertama ke Jakarta menggunakan Garuda Indonesia GA533 pukul 07.00 WITA sudah berangkat,” kata Millyas, Selasa (8/9).

‎Sebaran abu vulkanik dan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta sebelumnya sempat mengganggu rotasi armada maskapai secara nasional. 

‎Millyas menegaskan, pihak pengelola sebenarnya telah menyiagakan langkah penanganan darurat sejak awal erupsi. 

‎Namun, penghentian sementara rute Jakarta tidak terhindarkan karena penyesuaian jadwal dan rotasi pesawat dari masing-masing maskapai.

‎Dampak dari penutupan rute vital tersebut membuat trafik penumpang di Bandara Syamsudin Noor merosot tajam selama dua hari berturut-turut.

‎“Penurunan jumlah penumpang kurang lebih antara 30 sampai 45 persen dibanding periode yang sama tahun lalu karena jumlah pergerakan pesawat juga turun jauh,” jelas Millyas.

‎Ia menambahkan, rata-rata terdapat 8 hingga 10 pembatalan penerbangan per hari selama periode penutupan, baik untuk jadwal keberangkatan maupun kedatangan.

‎Meski sempat diwarnai pembatalan dan penundaan, kondisi terminal penumpang dipastikan relatif terkendali tanpa adanya penumpukan massa. 

‎Informasi awal yang disosialisasikan pihak maskapai dinilai efektif membantu calon penumpang mengantisipasi penyesuaian jadwal.

‎“Untuk hari Minggu memang pengumumannya agak mendadak, tetapi proses refund di kantor maskapai berjalan lancar. Penumpukan di terminal tidak terlalu banyak,” terangnya.

‎Bagi calon penumpang yang terdampak dan memilih bertahan, sebagian besar memanfaatkan fasilitas penginapan di area bandara, seperti Hotel Cordia yang mencatatkan kenaikan tingkat keterisian (occupancy) selama masa penundaan.(Yan/fsl)

Lebih baru Lebih lama