Trending

Religi Expo ke-11 dan Festival Mooncake di Banjarmasin Jadi Ruang Keberagaman

 

 'EXPO :/ReligiReligi Expo ke-11 dan Festival Mooncake di Banjarmasin Jadi Ruang Keberagaman/foto :husairi

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin terus mendorong semangat kebersamaan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam pembukaan Religi Expo ke-11 Tahun 2026 yang dirangkai dengan Festival Mooncake, Jumat (25/09).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, H M Yamin HR. Usai membuka kegiatan, Wali Kota bersama jajaran terkait turut meninjau sejumlah stand yang tersedia dalam rangkaian Religi Expo dan Festival Mooncake.

Religi Expo ke-11 tahun ini mengusung tema “Merakit: Menjaga Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi”, sementara Festival Mooncake yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalimantan Selatan mengangkat tema “PSMTI Kalsel Berduka dan Peduli: Doa untuk Negeri.”

Dalam sambutannya, Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Kota Banjarmasin yang kembali menghadirkan Religi Expo untuk ke-11 kalinya.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran LK3 Kota Banjarmasin yang kembali menghadirkan Religi Expo untuk ke-11 kalinya, serta kepada jajaran PSMTI Kalimantan Selatan yang turut menggelar Festival Mooncake,” ujar Yamin.

Menurutnya, tema yang diangkat dalam Religi Expo mengingatkan bahwa keberagaman agama, etnis dan tradisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Festival Mooncake tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk menyampaikan empati, doa dan kepedulian terhadap sesama serta kondisi bangsa.

“Memang kedua kegiatan ini memiliki latar dan bentuk event yang berbeda, namun bertemu dalam semangat yang sama, yaitu memperkuat kebersamaan, kepedulian dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan juga akan dilanjutkan pada malam hari dengan kirab lampion dan larung lampion teratai di Sungai Martapura. Wali Kota berharap kegiatan tersebut dapat menjadi simbol doa dan harapan sekaligus pengingat bahwa perbedaan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk berjalan bersama.

Ia menegaskan, keberagaman merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki Kota Banjarmasin. Masyarakat memiliki perbedaan dalam keyakinan, latar belakang, budaya maupun tradisi, namun hidup dalam satu kota dan memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kerukunan.

Terlebih, momentum tersebut berlangsung di tengah peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin. Karena itu, Yamin mengajak seluruh masyarakat menjadikan keberagaman sebagai bagian dari kekuatan dalam menjaga dan membangun kota.

“Dengan semangat Gawi Sabumi, mari kita rawat kebersamaan, perkuat kepedulian dan teruslah bergotong royong dalam membangun daerah,” ajaknya.

Ia berharap seluruh rangkaian Religi Expo ke-11 dan Festival Mooncake dapat berjalan lancar, memberikan manfaat bagi masyarakat serta semakin memperkuat kebersamaan menuju Banjarmasin yang maju dan sejahtera.9naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama