JEMBATAN :Personel Denzipur 8/GM merakit jembatan darurat tipe Kompak di Jalan Tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan/foto:anaBANUATODAY.COM,BANJARMASIN - Pemulihan akses pascaambruknya Jembatan Saka Harang di Jalan Tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan, mulai dipercepat.Sejak Senin (31/08), personel Denzipur 8/GM bersama pihak terkait mulai merakit jembatan darurat untuk menghubungkan kembali akses warga yang sempat terputus.
Jembatan sementara yang dipasang menggunakan tipe Kompak. Rencananya, konstruksi tersebut terdiri atas 10 petak dengan panjang sekitar 3,05 meter per panel.
Dengan konstruksi tersebut, panjang jembatan darurat diperkirakan mencapai sekitar 30 meter.
Danki Bantuan Denzipur 8/GM Kodam XXII/Tambun Bungai Kapten CZI Indra Pratama mengatakan, pemasangan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai robohnya jembatan di kawasan Mantuil.
Koordinasi kemudian dilakukan bersama Dandim Banjarmasin, Denzipur 8/GM, serta Dinas PUPR Banjarmasin.
Material jembatan langsung didistribusikan dari satuan Denzipur 8/GM di Banjarbaru pada malam hari sebelum pemasangan dimulai keesokan paginya.
“Mulai pagi tadi alhamdulillah bisa kita laksanakan pemasangan. Ini jembatan Kompak, rencana pemasangan sebanyak 10 petak,” ujar Indra di lokasi.
Jembatan tersebut dirancang dapat dilalui sepeda motor maupun mobil. Namun, kendaraan yang melintas nantinya dibatasi dengan tonase maksimal 5 ton.
Pembatasan tonase maksimal 5 ton menjadi salah satu langkah untuk menjaga keamanan konstruksi sementara hingga penanganan permanen dilakukan.
Indra menjelaskan, jembatan yang dipasang menggunakan konfigurasi tipe 2-1 atau dua lapis panel agar memiliki kemampuan menahan beban lebih besar.
Pemasangan dilakukan dari sisi tepi yang dekat menuju sisi seberang. Setelah konstruksi utama tersambung, petugas akan melanjutkan pemasangan bagian lantai jembatan.
“Kita upayakan secepat mungkin untuk pekerjaan dengan tetap memperhatikan faktor keamanan,” katanya.
Menurut Indra, pemilihan panjang jembatan sekitar 30 meter juga mempertimbangkan kondisi oprit di kedua sisi yang telah mengalami keretakan.
Dengan demikian, pemasangan tidak hanya dilakukan pada titik bentang jembatan lama, tetapi menjangkau bagian tepi yang dinilai lebih aman.
Jembatan Kompak tersebut merupakan konstruksi standar yang dimiliki satuan Zeni untuk mendukung berbagai operasi, termasuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Dalam kondisi darurat, jembatan dapat diperbantukan untuk memulihkan akses masyarakat ketika infrastruktur utama mengalami kerusakan.
“Ini bentuknya bukan jembatan permanen, jadi sementara,” jelas Indra.
Keberadaan jembatan darurat itu diharapkan dapat mempercepat pemulihan mobilitas masyarakat tanpa harus menunggu pembangunan jembatan permanen yang membutuhkan waktu lebih lama.
Selain aktivitas warga, jalur tersebut juga mendukung akses pendidikan dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Banjarmasin Chandra Iriandhy Wijaya mengatakan pemasangan jembatan darurat merupakan tindak lanjut koordinasi yang dilakukan Pemko Banjarmasin bersama Denzipur. Pihaknya berharap proses perakitan dapat segera diselesaikan.
“Sesuai yang dijanjikan Pak Wali Kota, kemarin kita koordinasi dengan Denzipur untuk perakitan jembatan ini. Insya Allah selesai besok,” katanya.
Selama proses pemasangan berlangsung, masyarakat masih menggunakan alternatif transportasi kapal yang tersedia.(Yln/fsl)
