![]() |
| SURVEI: Ilustrasi pelaksanaan pemilu/Foto kab-tegal.kpu.go.id |
BANUATODAY.COM, JAKARTA – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menempati posisi teratas dalam survei elektabilitas partai politik terbaru yang dirilis Poltracking Indonesia, Kamis (24/9/2026).
Dalam survei bertajuk “Membaca Peta Elektoral dan Dinamika Partai Politik”, Gerindra memperoleh elektabilitas sebesar 23,2 persen. Angka tersebut berada di atas PDI Perjuangan (PDIP) yang mencatat 11,6 persen dan Partai Golkar sebesar 10,4 persen.
Survei tersebut dilakukan pada 14–20 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi dan dirilis hasilnya kemarin (23/9/2026).
Poltracking menggunakan metode stratified multistage random sampling. Survei memiliki margin of error sekitar ±2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro mengatakan, pengukuran elektabilitas dilakukan melalui simulasi bilik suara. Responden ditanyakan partai politik atau calon anggota DPR RI dari partai politik yang akan mereka pilih jika pemungutan suara dilakukan saat survei berlangsung.
Setelah tiga partai dengan elektabilitas tertinggi tersebut, PKB berada di angka 6,2 persen, disusul Partai Demokrat 6,1 persen dan Partai NasDem 4,4 persen.
Selanjutnya, PAN memperoleh 3,4 persen, PKS 3,3 persen, PSI 2,3 persen, dan PPP 1,9 persen. Sementara Perindo tercatat 0,6 persen, Partai Buruh 0,5 persen, serta Hanura 0,3 persen. Sejumlah partai lainnya berada di kisaran 0,1 persen.
Poltracking juga mencatat masih terdapat 25,3 persen responden yang tidak tahu atau tidak memberikan jawaban dalam simulasi pilihan partai tersebut.
Jika melihat tren pengukuran sebelumnya, posisi Gerindra di puncak tidak berarti elektabilitasnya terus meningkat. Pada Oktober 2025, elektabilitas Gerindra tercatat 24,1 persen, kemudian naik menjadi 26,1 persen pada Maret 2026 dan 25,9 persen pada Mei 2026.
Angka tersebut kemudian turun menjadi 23,5 persen pada Juli dan kembali menjadi 23,2 persen pada Agustus 2026.
PDIP juga menunjukkan tren penurunan dalam rangkaian survei tersebut. Elektabilitas partai itu tercatat 15,7 persen pada Oktober 2025, 15,4 persen pada Maret 2026, 14,4 persen pada Mei, 12,3 persen pada Juli, dan 11,6 persen pada Agustus 2026.
Selain elektabilitas, Poltracking menemukan bahwa publik cenderung lebih mempertimbangkan figur calon legislatif dalam menentukan pilihan. Sebanyak 53,3 persen responden menyatakan lebih cenderung memilih caleg, sedangkan 24,7 persen memilih berdasarkan partai politik.
Dalam survei tersebut, faktor keluarga menjadi alasan yang paling banyak disebut dalam memilih partai, yakni 8,8 persen. Berikutnya adalah ketertarikan terhadap pimpinan atau tokoh partai sebesar 6,8 persen, kinerja kader 5,9 persen, serta kampanye yang kreatif sebesar 5,8 persen.
Poltracking menegaskan bahwa hasil tersebut merupakan gambaran kondisi elektoral berdasarkan pengumpulan data pada Agustus 2026. Perubahan persepsi publik masih mungkin terjadi seiring perkembangan isu dan langkah politik masing-masing partai. (naz/fsl)

