Trending

Udara Kembali Tidak Sehat,Siswa Balangan Kembali Belajar di Rumah

 

RUMAH : Siswa di Balangan Kembali Belajar di rumah/foto : istimewa

BANUATODAY.COM,, PARINGIN - Lampu hijau dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balangan yang mempersilakan sekolah memulangkan siswanya akibat kabut asap, langsung dieksekusi oleh sejumlah satuan pendidikan.

Langkah darurat ini terpaksa diambil lantaran pekatnya asap sisa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dinilai sudah sangat mengancam kesehatan peserta didik dan mengganggu efektivitas belajar.

Kondisi tersebut salah satunya dialami oleh Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balangan. Pamong Belajar SKB Balangan, Rofiqoh, mengungkapkan bahwa ketebalan kabut asap pada Kamis (17/9) benar-benar di luar toleransi, hingga menembus masuk ke dalam ruangan belajar.

"Sangat berkabut, asapnya masuk ke ruangan kelas dan mengganggu proses belajar mengajar. Siswa ada yang mengeluh sesak, sehingga fokus dan konsentrasi dalam menyerap pelajaran juga terpengaruh. Karena itu, kami memilih meliburkan siswa," ungkap Rofiqoh.

Ia menambahkan, keputusan meliburkan siswa juga didasari pertimbangan keselamatan di jalan raya. Jarak pandang yang berkurang drastis akibat kepungan asap dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas bagi para peserta didik.

Meski siswa dipulangkan, Rofiqoh memastikan hak belajar anak tidak terputus. Pihaknya langsung mengadaptasi metode pembelajaran daring.

"Metode pembelajaran kami beragam. Semisal ada materi di YouTube, kami akan share ke anak-anak dan menugaskan mereka untuk merangkum. Mereka mengirim tugas dan berdiskusi melalui japri (jalur pribadi) ke guru masing-masing. Jadi kami pastikan siswa tetap belajar efektif," paparnya.

 Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Balangan, Musa Darkasi, membenarkan bahwa wewenang pemulangan siswa sudah mulai dijalankan oleh beberapa sekolah terdampak.

"Ada (yang sudah memulangkan), melalui kebijakan kepala sekolah dengan melihat kondisi situasional di lapangan," kata Musa.

Terkait pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mandiri ini, Musa menilai tidak ada hambatan berarti di kalangan tenaga pendidik. Pengalaman berharga selama masa pandemi diakui menjadi modal utama para guru untuk beradaptasi cepat.

"Alhamdulillah hampir tidak ada kendala, karena PJJ seperti ini sudah pernah dilaksanakan kawan-kawan guru saat masa Covid-19 dulu," sebutnya.

Mengingat aturan Disdikbud tetap mewajibkan guru berada di sekolah untuk menyelesaikan administrasi meski siswa dipulangkan, Musa secara khusus menitipkan pesan kepada rekan-rekan sejawatnya di lapangan.

"Guru harus tetap semangat, tetapi menjaga kesehatan itu lebih utama. Selalu pakai masker, kurangi kegiatan di luar, dan banyak minum air putih," pesannya.

Musa berharap rentetan bencana musiman ini bisa segera teratasi agar proses pendidikan kembali normal. "Semoga kabut asap ini cepat berlalu. Ke depannya, mari semua elemen masyarakat sama-sama melakukan pencegahan karhutla," pungkasnya. (frz/fsl)





Lebih baru Lebih lama