Trending

26 Pambakal di Banjar Dibekali Pelatihan, Integritas dan Transparansi

 

TRANSPARANSI :26 Pambakal di Banjar Dibekali Pelatihan, Integritas dan Transparansi/foto:yuanda

BANUATODAY.COM, KERTAKHANYAR – Sebanyak 26 pambakal atau kepala desa di Kabupaten Banjar mengikuti Pelatihan Awal Masa Jabatan Tahun 2026 untuk memperkuat kapasitas dalam menjalankan pemerintahan desa. Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, 13–16 Oktober 2026, di Hotel Tree Park, Kertak Hanyar, ini menekankan pentingnya integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam kepemimpinan desa.

Kegiatan dibuka Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banjar, Rakhmat Dhany, yang membacakan sambutan tertulis Bupati Banjar.

Dalam sambutannya, Rakhmat Dhany menegaskan bahwa pelatihan awal masa jabatan bukan sekadar agenda formalitas, melainkan bekal penting bagi pambakal untuk memahami tugas, kewenangan, kewajiban, serta tanggung jawab dalam mengelola pemerintahan desa.

Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat harus dijawab melalui kinerja nyata, bukan hanya janji saat pemilihan.

“Pelantikan kemarin barulah langkah awal sebuah pengabdian. Pada akhirnya, kinerja nyata dan dedikasi di lapanganlah yang akan menentukan besarnya kepercayaan masyarakat. Jadilah kepala desa yang berintegritas, taat aturan, tertib administrasi, transparan, akuntabel, responsif dan inovatif,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Banjar akan terus melakukan pembinaan, fasilitasi, dan evaluasi secara berkala agar penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banjar, Muhammad Hafizh Anshari, mengatakan pelatihan diikuti 26 pambakal, terdiri atas 20 kepala desa hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dan enam kepala desa hasil Pergantian Antarwaktu (PAW).

Untuk memperkuat pemahaman peserta, panitia menghadirkan empat narasumber dari kalangan akademisi, tenaga ahli atau pendamping desa, Inspektorat, dan Polres. Materi meliputi penyelenggaraan pemerintahan, perencanaan pembangunan desa, hingga akuntabilitas dan kepatuhan terhadap peraturan.

Melalui pelatihan ini, para pambakal diharapkan mampu menjalankan pemerintahan desa secara profesional, mengelola pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat, serta menjaga kepercayaan warga melalui tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab.(Yan/fsl)

Lebih baru Lebih lama