FOKUS: Peserta Turnamen Mini Orado AKRAB saling adu strategi dan konsentrasi dalam pertandingan, Sabtu (3/10) malam/foto :anaBANUATODAY.COM,BANJARMASIN – Klub klub AKRAB (Anak Kampung Arab) menggelar Turnamen Mini Orado, Sabtu (3/10) malam hingga dini hari.
Sebanyak 16 tim ambil bagian dalam turnamen internal tersebut. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai kategori junior, dewasa pria hingga wanita.
Antusiasme peserta terlihat saat mereka saling adu kunci di atas meja Orado. Permainan yang sekilas terlihat sederhana itu ternyata membutuhkan fokus, konsentrasi dan ketenangan.
Ketua AKRAB, Rina Basrindu yang akrab disapa Acil Imas mengatakan, turnamen mini tersebut sebenarnya merupakan kegiatan yang dialihkan dari rencana mengikuti kejuaraan Orado di Kapuas.
Kejuaraan tersebut yang semula digelar awal Oktober, kemudian ditunda hingga 10 Oktober mendatang. Namun, tim Klub Orado AKRAB memiliki sejumlah kesibukan pada tanggal tersebut sehingga memutuskan tidak ambil bagian.
"Karena persiapan untuk mengikuti turnamen di Kapuas sudah disiapkan, termasuk kostum, jadi kami alihkan kegiatan ini menjadi turnamen internal di komunitas Orado AKRAB," jelasnya di sela kegiatan, Sabtu (3/10) malam.
Menurut Acil Imas, turnamen mini merupakan bagian dari program pembinaan yang rutin digelar klub Orado AKRAB setiap dua bulan.
Kegiatan kali ini merupakan turnamen kedua. Sebelumnya, turnamen serupa digelar pada Agustus lalu dengan peserta umum.
"Kalau bulan Agustus kemarin untuk umum. Kali ini khusus anggota Orado AKRAB. Dua bulan berikutnya nanti kami gelar lagi untuk umum,"ujarnya.
Ia menjelaskan, turnamen tersebut tidak hanya bertujuan mencari pemenang. Lebih dari itu, menjadi sarana evaluasi dan mengasah kemampuan para pemain binaan.
Sebab, permainan Orado memiliki sejumlah aturan yang harus dipahami dan ditaati pemain. Mulai dari cara menempatkan batu domino hingga pergerakan yang diperbolehkan selama pertandingan.
"Teman-teman klub semangat dengan turnamen mini ini. Kami ingin memberikan pelajaran kepada mereka tentang bagaimana mengikuti lomba, apa saja aturannya dan apa saja pelanggarannya,"katanya.
Menurutnya, latihan tanpa evaluasi melalui pertandingan akan kurang maksimal. Karena itu, standar pertandingan dalam turnamen mini dibuat menyerupai even yang lebih besar.
"Kalau kita latihan-latihan tapi tidak ada evaluasi seperti mini turnamen ini kan rugi. Jadi untuk even-even besar, kita asah dulu di tempat kita dan standar turnamen kita gelar," jelasnya.
Total ada 16 tim yang mengikuti turnamen tersebut. Seluruhnya merupakan gabungan pemain dari klub AKRAB.
Acil Imas berharap Orado semakin dikenal masyarakat sebagai salah satu cabang olahraga. Terlebih, olahraga tersebut berada dalam naungan Federasi Olahraga Domino Indonesia (FODI) yang menjadi bagian dari pembinaan olahraga di bawah KONI.
"Di sini kita berupaya mengedukasi supaya domino ini naik kelas. Dari Orado ini kita mulai. Jadi bukan sekadar main domino di kampung," tuturnya.
Menurutnya, pemain yang selama ini hanya bermain domino di lingkungan kampung dapat mengembangkan kemampuan melalui Orado yang memiliki aturan pertandingan lebih ketat dan terstandar.
"Orado memiliki aturan yang saklek. Itu yang membedakannya dengan kita bermain domino biasa. Apalagi Orado ini termasuk dalam Federasi Olahraga Domino Indonesia yang ada di KONI. Ini luar biasa," bebernya.
Lebih jauh, klub AKRAB juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung. Pembinaan dilakukan mulai usia 14 hingga 17 tahun untuk kategori junior hingga pemain dewasa.
"Kami fokus mencari bibit-bibit muda usia 14 sampai 17 tahun untuk pembinaan masa depan menjadi atlet Orado," katanya.
Ia menambahkan, bermain Orado tidak hanya membutuhkan kemampuan membaca permainan. Pemain juga dituntut memiliki fokus, konsentrasi, mampu menekan ego dan bekerja sama karena pertandingan dimainkan secara tim.
"Semoga even yang kami adakan ini bisa menjadi pembinaan. Kami juga berharap bisa mengikuti even-even besar. Begitu pula klub lain bisa menggelar even seperti ini sebagai ajang pembinaan sekaligus silaturahmi,"pungkasnya.(Yln/rdh)
