| NAZAR: Aldi Taher bernazar jika film Mawang:Jangan Sebut Namanya meraih 500 ribu penonton/Foto Instagram alditaher.official |
BANUATODAY.COM, JAKARTA – Aktor sekaligus produser Aldi Taher menyampaikan nazar terkait film horor terbarunya, Mawang: Jangan Sebut Namanya. Ia berjanji akan memproduksi film Bisikan Jenazah 2 apabila film tersebut berhasil meraih 500 ribu penonton di bioskop.
Nazar itu disampaikan Aldi saat menghadiri gala premiere Mawang di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2026). Momen tersebut turut dihadiri orang tua mendiang penyanyi Vidi Aldiano, Harry Kiss dan Besbarini, yang menjadi tamu spesial dalam acara tersebut.
Keinginan Aldi membuat sekuel Bisikan Jenazah berkaitan dengan kenangan bersama Vidi. Semasa hidupnya, Vidi diketahui menyukai film pertama tersebut, bahkan pernah mengajak orang lain untuk menontonnya dan meminta Aldi menggarap kelanjutannya.
Aldi mengungkapkan bahwa rencana pembuatan film kedua itu ingin ia wujudkan sebagai bentuk penghormatan kepada sahabatnya tersebut. Karena itu, target 500 ribu penonton Mawang bukan sekadar angka yang ingin dicapai, tetapi juga berkaitan dengan keinginannya memenuhi permintaan Vidi.
Film Mawang: Jangan Sebut Namanya mengangkat kisah urban legend dari Bangka Belitung. Dalam proyek ini, Aldi terlibat sebagai produser sekaligus pemeran. Film garapan sutradara Iqbal Rachman tersebut dijadwalkan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.
Aldi mengaku bersyukur film tersebut akhirnya dapat ditayangkan di layar lebar setelah sempat menghadapi sejumlah kendala dan penundaan. Ia berharap film ini mendapat sambutan positif dari penonton Indonesia.
Dukungan terhadap film tersebut juga disampaikan Harry Kiss. Ayah mendiang Vidi Aldiano itu berharap Mawang meraih kesuksesan dan membawa keberkahan bagi Aldi serta seluruh tim produksi.
Jika target 500 ribu penonton tercapai, Aldi berencana melanjutkan proyek Bisikan Jenazah 2. Nazar tersebut sekaligus menjadi upayanya mengenang Vidi Aldiano melalui karya film yang pernah mendapat tempat tersendiri bagi mendiang sahabatnya. (naz/fsl)
