Trending

Atasi Hipertensi Lansia dan Stunting, Poltekkes Banjarmasin Gelar Pengabdian Masyarakat di Kampung Hijau Sungai Bilu

 

PENGABDIAN :Atasi Hipertensi Lansia dan Stunting, Poltekkes Banjarmasin Gelar Pengabdian Masyarakat di Kampung Hijau Sungai Bilu/foto:ana

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN — Masalah kesehatan seperti hipertensi pada lanjut usia (lansia) dan stunting pada balita masih menjadi tantangan utama di kawasan Kampung Hijau, Kelurahan Sungai Bilu, Kota Banjarmasin. Merespons hal tersebut, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Banjarmasin turun tangan melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) guna memperkuat pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan di wilayah tersebut.

Program yang diawali dengan pendataan pada (09/05) ini berfokus pada Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) terkait Penyakit Tidak Menular (PTM), stunting, serta pengelolaan sampah lingkungan.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat PPDM Poltekkes Banjarmasin, Dr. Bahrul Ilmi, S.Pd., M.Kes., ketika diwawancarai Jum'at (16/10) mengungkapkan bahwa tingginya angka PTM di wilayah tersebut terungkap dari hasil skrining kesehatan yang digelar pada Rabu (10/6/). Skrining tersebut meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital, gula darah, asam urat, dan kolesterol.

Dari 28 lansia yang berpartisipasi, hasilnya cukup memprihatinkan. Sebanyak 22 peserta atau 78,6 persen terdeteksi mengalami hipertensi, dengan 17 orang (60,8 persen) di antaranya sudah masuk dalam kategori hipertensi stadium 2.

Selain itu, pemeriksaan juga menemukan 11 peserta (39,3 persen) memiliki kadar kolesterol tinggi (≥200 mg/dL), enam orang (21,4 persen) dengan kadar asam urat tinggi, dan lima orang (17,9 persen) memiliki glukosa darah di atas ambang normal (≥140 mg/dL).

Melihat tingginya angka tersebut, Bahrul Ilmi menekankan pentingnya pemantauan kesehatan secara rutin bagi para lansia.

“Hipertensi masih menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian. Masyarakat perlu rutin memantau tekanan darah dan menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah komplikasi,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, pengendalian PTM tidak cukup hanya melalui pemeriksaan medis, melainkan harus diimbangi dengan peningkatan pengetahuan warga. Oleh karena itu, tim PPDM juga memberikan edukasi mengenai tanda, gejala, serta cara mencegah hipertensi, yang ditutup dengan aktivitas senam anti-hipertensi bersama warga.

“Kami berharap masyarakat semakin mandiri menjaga kesehatan dan Kampung Hijau dapat berkembang sebagai kawasan wisata yang berbasis kesehatan,” kata Bahrul.

Intervensi Kasus Stunting

Selain PTM, penanggulangan *stunting* juga menjadi fokus krusial pengabdian ini. Berdasarkan data di Kelurahan Sungai Bilu, terdapat 34 balita yang mengalami masalah pertumbuhan, dengan rincian 14 balita *stunting* dan 20 balita masuk kategori *stunting* berat.

Sebagai langkah intervensi, Tim PPDM menggelar kegiatan lanjutan pada Rabu (22/7/). Kegiatan ini diisi dengan Promosi Kesehatan (Promkes) mengenai urgensi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sekaligus pembagian paket makanan sehat bagi keluarga yang terdampak *stunting*.

Dalam sesi edukasi ini, Dr. Bahrul Ilmi bersama perwakilan mahasiswa kelas internasional, Muhammad Yazid Rizqullah dan I Gede Andhika Prameswara, memberikan pemahaman menyeluruh tentang siklus hidup sehat. Mereka menekankan bahwa pencegahan *stunting* harus dipersiapkan sejak usia remaja, dewasa muda, masa pranikah, hingga memastikan persalinan yang aman agar anak tumbuh dengan optimal.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan kolaborasi lintas sektoral. Turut hadir Tenaga Promkes Puskesmas Sungai Bilu, Muhammad Ridha Ansyari, M.Kes., beserta tim dokter dan perawat puskesmas. Selain itu, acara juga didukung penuh oleh perwakilan Kelurahan Sungai Bilu, Markamah, A.Md.Kes., S.AP., Ketua RT setempat, kader kesehatan, kader Poltekkes, serta Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Hijau.

Sebagai informasi, Tim PPDM Poltekkes Banjarmasin ini dikoordinatori oleh Dr. Bahrul Ilmi, S.Pd., M.Kes., beranggotakan dosen Akhmad Rizai, SKP., M.Kes., Erna Fauziah, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Arifin, M.Ks. Turut mendampingi pula tim mahasiswa kelas internasional yakni Rahma Ainia, I Gede Andhika Prameswara, Muhammad Yazid Rizqullah, dan Noor Latifah Azlina.(Yln/fsl)

Lebih baru Lebih lama