KESEHATAN: Denzipur 8/GM bekerja sama dengan RS Syifa Medika menggelar pemeriksaan kesehatan gratis/foto:denzipurBANUATODAY.COM,BANJARBARU -Meningkatnya kasus penyakit pernapasan dan kulit di Banjarbaru menjadi alasan bagi Denzipur 8/Gawi Manuntung untuk membantu masyarakat, lewat pemeriksaan kesehatan bekerjasama dengan RS Syifa Medika dan membagikan bantuan pangan dalam momentum HUT ZENI ke-81.
Pemeriksaan medis menyasar kelompok usia rentan, khususnya warga berusia 40 hingga 50 tahun ke atas.
Penanganan langsung di lapangan ini dilakukan untuk mendeteksi dini gangguan fisik akibat paparan asap karhutla yang tak kunjung mereda.
Komandan Denzipur 8/GM, Mayor Czi Try Aviyananto Wirawan menegaskan, kabut asap tebal berpotensi tinggi memicu komplikasi kesehatan krusial, terutama pada lansia dan warga dengan riwayat penyakit bawaan.
"Kondisi cuaca dan asap saat ini membuat masalah kesehatan menjadi sangat krusial. Pengecekan gratis ini memprioritaskan usia rentan 40 sampai 50 tahun ke atas untuk memastikan mereka dalam kondisi sehat," ujar Mayor Czi Try Aviyananto, Senin (12/10).
Dalam aksi tanggap dampak asap ini, sebanyak 120 warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan serta bantuan kebutuhan pokok berupa beras dan gula.
Bantuan ini ditujukan untuk meredam beban ekonomi warga yang terdampak penurunan aktivitas kerja luar ruangan.
Selain penanganan kesehatan, Denzipur 8/GM mengingatkan masyarakat akan bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada area lahan gambut yang sangat mudah memicu kobaran api meluas.
"Hentikan kebiasaan membakar sampah dan mewajibkan penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah," Pungkasnya.
Dampak langsung paparan asap dirasakan Marjoni, warga Sungai Sumba. Menurutnya, kondisi udara saat ini sangat menyiksa warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
"Sangat terbantu, apalagi ada bantuan sembako beras dan gula untuk kebutuhan sehari-hari pas aktivitas kerjaan lagi sepi. Kalau kabut asap ini memang berpengaruh sekali buat warga yang ada riwayat asma," kata Marjoni.
Dari sisi medis, Direktur RS Syifa Medika, dr. Puga Syaraz Wangi membeberkan bahwa durasi paparan asap yang panjang tidak hanya memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), tetapi juga memicu tren penyakit baru pada kulit masyarakat.
"Kondisi kabut asap ini sudah berlangsung lebih dari dua bulan. Angka penyakit ISPA kami temukan cukup meningkat. Hal yang menarik, selain ISPA, dampak kabut asap ini juga memicu keluhan penyakit kulit pada pasien," terang dr. Puga.
Guna mempercepat pemulihan warga di lapangan, RS Syifa Medika memobilisasi tim medis lengkap beserta alat fisioterapi.
Masyarakat diminta memperketat perlindungan diri dengan menggunakan masker, pakaian tertutup, topi, hingga pelembap kulit, serta mengalihkan kegiatan luar ruangan secara daring jika memungkinkan.(Yan/arf)
