BANUATODAY.COM,BANJARMASIN - Generasi Muda Muhammadiyah Kota Banjarmasin menggelar kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) bertajuk "Penguatan Kader Muda Muhammadiyah: Tangguh Secara Mental, Mandiri Secara Ekonomi, dan Kokoh Dalam Ideologi". Acara yang bertujuan mencetak pemimpin masa depan ini berlangsung di Aula Chalik Dahlan, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Jalan S. Parman, pada Kamis (15/10/2026).
Ketua Panitia Pelaksana, Rizkon Noor Ihwani, S.T., mengungkapkan bahwa kegiatan ini digelar sekaligus untuk menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin. Acara ini digagas secara kolaboratif oleh organisasi ortonom kepemudaan Muhammadiyah yang terdiri dari Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Nasyiatul Aisyiyah.
"Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 70 orang, yang merupakan siswa SMA sederajat se-Kota Banjarmasin," ungkap Rizkon.
Menurut Rizkon, selain sebagai ajang kaderisasi, diklat ini juga menargetkan pembentukan mental wirausaha bagi para peserta agar relevan dengan tantangan zaman.
"Selain menanamkan ideologi Muhammadiyah, kami juga menguatkan mental para generasi muda dalam hal ekonomi. Tujuannya selaras dengan program pemerintah, khususnya di bidang UMKM, karena kita melihat di zaman sekarang para generasi muda banyak yang mulai mencoba berwirausaha," jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Banjarmasin, Dr. H. Maskur, M.M., menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai proses regenerasi kepemimpinan di tubuh persyarikatan.
"Jadi harapan kita, mereka inilah nanti yang akan menduduki jabatan dan posisi menggantikan Bapak-bapak maupun Ibu-ibu di Muhammadiyah. Harapan kita pada penyelenggaraan hari ini, anak didik kita bisa menyimak dengan baik materi yang disampaikan oleh para narasumber," kata Dr. Maskur.
Ia juga berharap ilmu yang didapatkan tidak hanya menguap di ruang pelatihan. "Semoga ini nanti akan menambah wawasan dan pengetahuan bagi mereka untuk bisa diterapkan dalam kehidupan, baik secara pribadi maupun untuk orang banyak," tambahnya.
Ketika disinggung mengenai seberapa penting penguatan ideologi bagi kader muda saat ini, Dr. Maskur menilai hal tersebut adalah fondasi utama yang tidak bisa ditawar.
"Saya kira ini sangat penting. Kita menanamkan ideologi Muhammadiyah kepada anak-anak kita karena inilah dasar kita untuk bertindak. Nanti dalam melaksanakan berbagai kegiatan, mereka sudah berkomitmen karena telah dibekali dengan ideologi Muhammadiyah, sehingga mereka tidak ragu-ragu lagi dan tidak akan lari ke mana-mana," tegas Dr. Maskur.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa ideologi yang kuat akan menjaga loyalitas kader hingga masa tuanya. "Walaupun nanti mereka sudah berhenti jadi pemimpin atau pengurus Muhammadiyah, mereka akan tetap menjadi warga Muhammadiyah yang taat," tutupnya.
Untuk memaksimalkan materi pelatihan, panitia menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya. Para pemateri tersebut di antaranya adalah Prof. Jalaluddin, Aziza Fitriah, serta Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Kopumker) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, yang secara khusus memberikan wawasan terkait peluang kewirausahaan bagi generasi muda.(Yan/fsl)

