Trending

Karhutla Tapin Capai 31 Hektare dalam Sehari

 

                     PADAM :Petugas gabungan saat mencoba memadamkan api yang membakar lahan/
                                      Foto :Pusdalops BPBD Tapin 

Karhutla Tapin Capai 31 Hektare dalam Sehari, Kebakaran di Baringin Terkendala Air

BANUATODAY.COM,TAPIN  – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tapin, Senin (19/10/2026). Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Tapin, terdapat empat titik kebakaran dengan total luas lahan terdampak sekitar 31 hektare.

Kebakaran terjadi di Desa Baringin A, Kecamatan Candi Laras Selatan, Desa Pandahan dan Desa Hiyung di Kecamatan Tapin Tengah, serta wilayah Kecamatan Binuang.

Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor, melalui laporan Pusdalops-PB menyebutkan, kebakaran terbesar terjadi di Desa Hiyung dengan luas lahan terbakar sekitar 20 hektare. 

"Area terdampak meliputi 18 hektare semak belukar dan dua hektare kebun cabai," ucapnya.

Petugas gabungan berhasil melakukan pemadaman pada sekitar sembilan hektare lahan. Sementara itu, tiga kejadian lainnya tersebar di Baringin A seluas sekitar delapan hektare, Pandahan dua hektare, dan Binuang satu hektare.

"Di Desa Baringin A, upaya pemadaman menghadapi kendala akses menuju lokasi dan sulitnya mendapatkan sumber air. Dari sekitar delapan hektare lahan yang terbakar, petugas baru berhasil memadamkan sekitar 4,5 hektare. Api dilaporkan masih belum sepenuhnya dapat ditaklukkan saat laporan disusun," akunya.

Adapun kebakaran di Desa Pandahan dan Kecamatan Binuang telah berhasil dipadamkan. Di Pandahan, sekitar 1,5 hektare dari dua hektare lahan terbakar berhasil ditangani, sedangkan di Binuang pemadaman dilakukan pada sekitar 0,5 hektare dari satu hektare lahan terdampak.

Penanganan karhutla melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tapin, TNI/Polri, tim posko kecamatan, Barisan Pemadam Kebakaran (Balakar), Bapara, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, serta masyarakat setempat.

Petugas menggunakan mobil tangki pemadam, mesin pemadam portabel, dan peralatan lainnya untuk mengendalikan api.

Sebagian lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut, terutama di Baringin A dan Pandahan. Sementara kebakaran di Hiyung melanda semak belukar dan lahan kering, termasuk kebun cabai milik masyarakat. Penyebab seluruh kejadian masih belum diketahui.

BPBD Tapin terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait, tim penanganan di lapangan, serta relawan. Pemantauan dilakukan melalui radio komunikasi repeater VHF, pesan singkat, dan WhatsApp.

Meski sebagian besar titik kebakaran telah berhasil dipadamkan, kejadian di Baringin A menjadi perhatian karena api masih belum sepenuhnya terkendali akibat keterbatasan akses dan sumber air.

BPBD mengingatkan petugas dan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi karhutla serta melaporkan segera jika menemukan titik api baru. Kesiapsiagaan juga diperlukan untuk mengantisipasi potensi bencana lain, seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.(Ftzz/ffsl)

Lebih baru Lebih lama