BANUATODAY.COM, BANJARMASIN – Kualitas udara di Banjarmasin dilaporkan masuk kategori tidak sehat dengan konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 143.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga. Selain mengganggu pemandangan, asap yang terus menyelimuti kota Banjarmasin juga menimbulkan kecemasan terhadap dampaknya bagi kesehatan, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Jefri Fransyah, mengungkapkan bahwa kualitas udara di Banjarmasin berada pada kategori tidak sehat. Berdasarkan data yang disampaikannya, konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat mencapai angka 143.
PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan partikel ini berisiko mengganggu kesehatan, terlebih jika berlangsung dalam waktu lama.
"Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk," ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivias diluar rumah, kalaupun ke luar rumah gunakan masker untuk mengurangi kabut asap yang masuk ke dalam tenggorokan,(yln/fsl)

