Trending

Luqman Hakim Respons Analisis Saiful Mujani soal Peta Pilpres 2029

 

RESPON: Politisi PKB, Luqman Hakim/Foto pkb.id


BANUATODAY.COM, JAKARTA – Peta politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menjadi bahan analisis sejumlah pengamat, termasuk Guru Besar Ilmu Politik Saiful Mujani yang memetakan kemungkinan terbentuknya sejumlah poros politik, Sabtu (3/10/2026).

Dalam analisisnya yang disampaikan melalui program Bedah Politik bersama Saiful Mujani, Saiful menyebut Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Demokrat dan Partai NasDem sebagai lima kekuatan yang berpotensi menjadi poros dalam kontestasi Pilpres 2029.

Menurut Saiful, konfigurasi tersebut masih sangat mungkin berubah karena pencalonan presiden masih cukup jauh. Figur yang akan diusung, aturan pencalonan, kekuatan partai serta perkembangan elektabilitas tokoh menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi terbentuknya koalisi.

Saiful juga menyinggung posisi sejumlah partai yang belum disebut sebagai poros utama dalam analisanya, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Khusus PKB, Saiful menilai partai tersebut memiliki fleksibilitas dalam menentukan arah koalisi. Ia menyebut PKB berpotensi menjalin kerja sama dengan sejumlah tokoh yang mulai diperbincangkan untuk Pilpres 2029.

“PKB bergabung, dia yang cukup lincah, dia lihat-lihat peluang mana. Mungkin dia akan menawarkan diri lagi jadi wakilnya,” ujar Saiful dalam analisisnya.

Ia kemudian menyebut sejumlah kemungkinan pasangan yang dapat dijajaki PKB, termasuk dengan Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Dedi Mulyadi maupun Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari politisi PKB Luqman Hakim. Ia mempertanyakan analisis yang menempatkan PKB dalam posisi yang lebih berpeluang mengisi posisi calon wakil presiden pada Pilpres 2029.

Namun, respons Luqman tersebut perlu ditempatkan sebagai pandangan politik pribadi, bukan sebagai keputusan atau sikap resmi DPP PKB mengenai arah pencalonan pada Pilpres 2029.

Di sisi lain, Saiful juga menyebut kemungkinan munculnya poros lain di luar lima partai yang disebutnya. Salah satu skenario yang dibahas adalah kemungkinan terbentuknya poros yang berkaitan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dengan kekuatannya bergantung pada perkembangan elektabilitas dan dukungan politik pada masa mendatang.

Saiful sebelumnya juga menjelaskan bahwa konfigurasi politik menuju pemilu sangat dipengaruhi oleh perubahan aturan, kekuatan partai dan popularitas tokoh. Karena itu, peta yang dibahas saat ini masih merupakan kemungkinan dan belum dapat dianggap sebagai susunan koalisi resmi untuk Pilpres 2029.

Dengan tahapan Pilpres 2029 yang masih cukup jauh, komunikasi antarpartai dan perkembangan elektabilitas para tokoh masih dapat mengubah konfigurasi politik yang ada. (naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama