Trending

Perluas Akses Belajar Masyarakat, Pemkab HST Hadirkan Lembaga Kursus Bahasa inggris

 

KURSUS: Kursus bahasa inggris di HST resmi dibuka/foto:humas

BANUATODAY.COM,BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) meluncurkan Murakata Student Learning and Support Center (MSLSC) sebagai lembaga kursus untuk memperluas akses pembelajaran bahasa Inggris bagi masyarakat.

Lembaga tersebut di-soft launching pada Rabu (7/10/2026) dipendopo Bupati HST, bersamaan dengan peluncuran Butah Bahari HST.

Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, mengatakan kehadiran MSLSC menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan pembelajaran bahasa Inggris di tengah meningkatnya tuntutan kompetensi generasi muda.

Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris kini semakin dibutuhkan dalam pendidikan maupun dunia kerja.

“Bahasa Inggris hari ini sudah tidak menjadi pilihan lagi, tapi sudah menjadi keniscayaan,” ujarnya.

Anhar menjelaskan, salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah kompetensi pengajar bahasa Inggris, khususnya guru kelas di sekolah dasar.

Hal itu menjadi perhatian karena mulai tahun mendatang pembelajaran bahasa Inggris kembali menjadi mata pelajaran wajib di SD, dengan pengajaran pada kelas 3 hingga kelas 6 dilakukan guru kelas.

Dari hasil tes terhadap sekitar 300 guru yang bukan lulusan S1 Bahasa Inggris, ditemukan 40 persen berada pada level A1, sementara 60 persen lainnya masih berada di bawah A1.

“Kita tidak bisa mengulang kembali melebarkan SBI saja. Kita harus punya sebuah kreativitas, sebuah inovasi yang bisa men-shortcut hal tersebut,” katanya.

MSLSC kemudian disiapkan sebagai salah satu wadah untuk memperluas akses pembelajaran sekaligus mendukung peningkatan kompetensi bahasa Inggris.

Pendirian lembaga tersebut juga didorong hasil survei terhadap sekitar 6.000 masyarakat HST. Sebanyak 94 persen responden disebut menginginkan adanya lembaga kursus bahasa Inggris, namun belum mengetahui tempat untuk mengaksesnya.

Untuk tahap awal, MSLSC menyiapkan 10 kelas yang terdiri dari empat kelas Learners, empat kelas Adults dan dua kelas untuk kategori Professional.

Sekitar 160 peserta didik akan mengikuti pembelajaran awal. Pendaftaran umum masih dibatasi karena ruang kelas dan interior lembaga masih dalam tahap penyelesaian.

Setelah fasilitas dan kelembagaan BLUD siap, pembukaan kelas secara umum direncanakan pada Januari 2027.

Bupati HST yang diwakili Sekretaris Daerah HST, H.M. Pajaruddin, mengapresiasi kehadiran MSLSC sebagai upaya memperkuat pendidikan nonformal di daerah.

Ia berharap lembaga tersebut dapat menjadi wadah belajar dan pengembangan kompetensi, khususnya bagi generasi muda HST.

“Dengan kolaborasi, kita akan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik,” katanya.

Ke depan, MSLSC juga diarahkan tidak hanya mengembangkan pembelajaran bahasa Inggris. Dinas Pendidikan HST menyiapkan pengembangan pembelajaran bahasa Mandarin, bahasa Arab hingga pendampingan bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.(Frz/arf)

Lebih baru Lebih lama