![]() |
| JUARA: Reva Ramadhani, siswi kelas VIII asal Kecamatan Kelumpang Tengah, meraih juara pertama dalam Grand Final Lomba Bercerita - Foto Dok |
BANUATODAY.COM, KOTABARU – Reva Ramadhani, siswi kelas VIII asal Kecamatan Kelumpang Tengah, meraih juara pertama dalam Grand Final Lomba Bercerita tingkat SMP/MTs sederajat se-Kabupaten Kotabaru Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Kotabaru, Rabu (21/10/2026).
Grand final yang berlangsung di Aula Masjid Apung Siring Laut, Kotabaru, tersebut diikuti enam finalis terbaik yang lolos dari tahap penyisihan dengan total 37 peserta. Para finalis bersaing untuk meraih juara pertama hingga ketiga serta juara harapan.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Muhammad Mirza Ramadhani menempati posisi juara kedua, sedangkan Raudhatul Arham meraih juara ketiga. Adapun juara harapan pertama diraih oleh finalis yang namanya belum tercantum dalam bahan informasi, juara harapan kedua diraih Risma Nayla Aprilia, dan juara harapan ketiga diraih Nuril Aulia.
Lomba yang mengusung tema “Mengembangkan Budaya Literasi dan Terampil Berbahasa melalui Seni Bertutur Hebat” ini menjadi salah satu upaya Dispersip Kotabaru untuk menumbuhkan minat baca, mengembangkan keterampilan berbahasa, serta meningkatkan kepercayaan diri dan kreativitas pelajar melalui seni bercerita.
Salah seorang anggota dewan juri yang juga pustakawan Dispersip Kabupaten Kotabaru, Sofyan Hamid, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
"Maripara pelajar untuk terus mengembangkan budaya literasi dan menjadikan kegiatan bercerita sebagai sarana meningkatkan kemampuan berbahasa, memperluas wawasan, serta mengasah kreativitas," ujarnya.
Reva mengaku bahagia atas prestasi yang diraihnya. Ia tidak menyangka dapat keluar sebagai juara pertama setelah menjalani persiapan dan bersaing dengan peserta lainnya.
"Semoga pencapaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus belajar bagi saya, mengasah kemampuan bercerita, dan mengikuti kompetisi pada jenjang berikutnya," ucap Reva.
Prestasi Reva juga didukung oleh pendampingan guru pembimbingnya, Herlianti, yang turut mempersiapkan penampilannya sejak tahap awal perlombaan. Herlianti mengaku bersyukur atas hasil yang diraih anak didiknya, terlebih mereka berasal dari wilayah seberang yang membutuhkan persiapan perjalanan menuju Kotabaru.
Menurut Herlianti, penyusunan dan pematangan teks cerita mulai dilakukan sekitar 10 Oktober 2026. Sejak saat itu, Reva menjalani latihan secara intensif untuk mempersiapkan penampilannya di hadapan dewan juri.
"Semoga prestasi tersebut menjadi bekal bagi Reva untuk mengikuti kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi. Evaluasi juga akan terus dilakukan untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang ditemukan selama perlombaan," tuturnya.
Melalui lomba bercerita ini, Dispersip Kabupaten Kotabaru berupaya memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar. Seni bertutur tidak hanya menjadi sarana menyampaikan cerita, tetapi juga membantu mengembangkan kemampuan berbahasa, membangun kepercayaan diri, serta mengasah imajinasi dan kreativitas generasi muda.
Prestasi para finalis diharapkan dapat menginspirasi pelajar lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. (aa/ak)

