Trending

Salvage Virgo Transport 8 Belum Ada Kepastian Jadwal

 

PERKEMBANGAN :Kepala Cabang PT Virgo Karya Shipping Banjarmasin, Dwi menyampaikan keterangan perkembangan penanganan korban KM Virgo Transport 8 di RS Bhayangkara Banjarmasin/foto:ana

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN  - Hingga sekarang pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa belum ada kepastian. Pembahasan bersama tim terkait masih berlangsung, sementara upaya pencegahan pencemaran minyak di lokasi kapal tenggelam tetap dilanjutkan.

Kepala Cabang PT Virgo Karya Shipping Banjarmasin, Dwi, mengatakan perusahaan belum dapat memastikan kapan proses salvage atau pengangkatan bangkai kapal akan dilaksanakan. Keputusan terkait pelaksanaannya masih menunggu hasil koordinasi lebih lanjut.

“Kalau sudah ada keputusan pasti, rekan-rekan media akan diundang bersama,” ujarnya saat konferensi pers di RS Bhayangkara Banjarmasin, Kamis (15/10/2026).

Dwi belum merinci lebih jauh mengenai aspek teknis maupun pembiayaan salvage. Ia menjelaskan, kehadirannya dalam konferensi pers tersebut lebih berfokus pada penanganan pemulangan jenazah korban hingga ke rumah duka.

Meski jadwal pengangkatan belum dipastikan, upaya penyelaman untuk mengetahui kondisi bangkai kapal disebut masih berjalan. 

Kegiatan tersebut juga mencakup langkah pencegahan pencemaran minyak atau oil pollution prevention di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

Di sisi lain, perkembangan identifikasi korban kecelakaan kapal tersebut menunjukkan empat jenazah tambahan berhasil diidentifikasi hingga Rabu (14/10). 

Dengan tambahan itu, total korban yang telah teridentifikasi mencapai 81 orang, sedangkan satu jenazah lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan DNA.

Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol Muhammad Sofwan menjelaskan, empat jenazah yang teridentifikasi masing-masing adalah Yontianus Deno (39), asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Kemudian, Sigit Subiantoro (44), asal Barito Kuala dan Andris Cahyono (41), asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Serta, Nanang Miftah (46), asal Lamongan, Jawa Timur.

Identifikasi dilakukan dengan pemeriksaan DNA sebagai metode primer, disertai pencocokan ciri medis dan barang milik korban. 

Sofwan mengatakan, satu jenazah yang belum teridentifikasi mengalami pembusukan sehingga proses pengenalan lebih sulit. 

Tim masih menunggu hasil pemeriksaan DNA yang menurutnya, membutuhkan waktu paling cepat sekitar satu minggu sejak sampel diproses.

“Untuk yang terakhir ini memang karena kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan. Namun, kita juga menunggu hasil proses DNA,” jelasnya

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid menyampaikan, dari total 243 orang yang tercatat dalam data korban, sebanyak 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia. 

“Dari jumlah korban meninggal tersebut, 81 telah teridentifikasi, sementara satu lainnya masih dalam proses identifikasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kalsel Ahmad Arkan Nugraha menyatakan santunan telah diserahkan kepada ahli waris 77 dari 81 korban yang teridentifikasi.

Tiga korban tambahan yang diumumkan dalam konferensi pers tersebut sedang diproses santunannya, sedangkan satu korban asal NTT masih menunggu konfirmasi perusahaan terkait data manifes.

Arkan menjelaskan, perbedaan nama antara identitas korban dan data manifes umumnya terjadi karena penggunaan nama panggilan. 

Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak serta-merta menghilangkan hak ahli waris untuk menerima santunan.

“Perbedaan nama atau tidak tercantum dalam manifes tidak memengaruhi hak ahli waris untuk menerima santunan,” pungkasnya.(Yln/fsl)

Lebih baru Lebih lama