BENCANA: H Rahmi saat mempresentasikan aplikasi SIGAB. BPBD memastikan aplikasi ini menyiapkan skenario manual untuk area pelosok yang nirsinyal/foto : istimewaBANUATODAY.COM,PARINGIN - Memiliki sedikitnya delapan potensi ancaman bencana dengan risiko tinggi, Pemerintah Kabupaten Balangan mulai memutar otak mengubah strategi penanganan dari responsif menjadi pencegahan.
Langkah ini diwujudkan lewat peluncuran aplikasi SIGAB Kencana Link Destana (Sistem Integrasi Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana Berkelanjutan dan Desa Tangguh Bencana) di Jakarta, pekan lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi memaparkan, inovasi digital ini bukan sekadar tombol laporan darurat. Dashboard aplikasi dirancang untuk mengintegrasikan peringatan dini (early warning system), peta rawan bencana, hingga data administrasi ketahanan wilayah. Untuk operasionalnya, setiap desa, kecamatan, hingga tingkat kabupaten akan memiliki admin khusus yang ditunjuk untuk menginput data secara real-time.
Lantas, bagaimana jika bencana longsor atau banjir terjadi di pelosok desa yang berstatus blank spot alias nirsinyal internet? Rahmi memastikan alur informasi tidak akan terputus.
"Aplikasi ini adalah media penyempurna. Untuk area blank spot, kita punya sistem berjenjang. Di desa ada relawan Destana, dan di kecamatan kita tempatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Si Jari Tangguh yang siap berkoordinasi langsung ke BPBD," tegasnya, Selasa (6/10).
Rahmi juga menepis kekhawatiran publik soal kebiasaan aplikasi pemerintah yang kerap mangkrak atau mati suri setelah proyek peluncurannya selesai akibat ketiadaan biaya pemeliharaan.
Pihaknya telah menyiapkan dua skenario agar SIGAB terus berkelanjutan. "Pertama, secara mandiri menyewa hosting lewat anggaran BPBD. Jika anggarannya tidak tersedia, sistem ini akan langsung menginduk ke server milik Diskominfo Balangan selaku wali data daerah," urai Rahmi.
Ia menjamin sistem ini akan terus berjalan karena undang-undang mewajibkan penanggulangan bencana sebagai layanan dasar pemerintah daerah yang harus dianggarkan setiap tahun.
Inovasi pengintegrasian data kebencanaan ini turut mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
Perwakilan Direktorat Manajemen Penanggulangan Bencana Kemendagri, Evan Nurdianto menilai, investasi mitigasi ini sangat penting untuk menekan dampak kerugian materi dan jiwa di Balangan yang rawan bencana
Senada, Sekretaris Daerah Balangan, Fakhriyanto berharap aplikasi SIGAB bisa segera dirasakan manfaatnya di lapangan.
"Melalui keterhubungan data ini, akses pemetaan wilayah rawan bisa dipantau cepat secara terpadu. Ini akan sangat mendukung kita dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) penanganan bencana di daerah," pungkas Sekda.(Ftx/fsl)
