Trending

Telkomsel Gelar Clash of Banua, 39 Pelajar Terbaik Kalsel Adu Cerdas

KOMPETISI: Clash of Banua hadir mengasah kemampuan akademik para pelajar di Kalimantan Selatan/Foto Telkomsel


BANUATODAY.COM, BANJARMASIN – Telkomsel menggelar ajang kompetisi Clash of Banua yang mempertemukan pelajar terbaik dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus meningkatkan literasi dan keterampilan digital.

Kompetisi yang berlangsung sejak April hingga 1 Oktober 2026 itu melibatkan 9.090 siswa SMA dan sederajat dari 90 sekolah di 13 kabupaten/kota di Kalsel.

Dari ribuan peserta tersebut, sebanyak 39 pelajar berhasil lolos ke babak final tingkat provinsi yang digelar di Banjarmasin.

Clash of Banua mengusung konsep kompetisi hybrid dengan memanfaatkan bank soal melalui platform Ilmupedia. Selain adu pengetahuan, peserta juga mengikuti permainan edukasi matematika interaktif Sacred Octagon serta mendapatkan pembekalan terkait pengembangan diri.

Pada babak final, Syahid Al-Ghaza dari SMAN 1 Tanjung berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Muhammad Firjatullah Atta Al-Naufanorino dari SMAN 1 Kusan Hilir, sedangkan peringkat ketiga diraih Muhammad Dimas Raditya dari SMAN 1 Banjarmasin.

Para pemenang mendapatkan bantuan pendidikan, perangkat pendukung pembelajaran digital serta dukungan digitalisasi bagi sekolah.

Penyerahan penghargaan turut dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin, serta Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Dedi Hidayat.

Manager Mobile Consumer Branch Telkomsel Banjarmasin, Arif Rahman Hakim, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Telkomsel mendorong pengembangan talenta muda di daerah.

“Telkomsel berkomitmen tidak hanya menghadirkan konektivitas digital terdepan, tetapi juga menciptakan dampak positif yang berkelanjutan di sektor pendidikan. Melalui 'Clash of Banua', kami ingin menginspirasi dan memberdayakan generasi muda Kalimantan agar berani berinovasi, berpikir kritis, serta siap menjadi talenta digital masa depan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Rusma Khazairin mengapresiasi pelaksanaan kompetisi tersebut. Menurutnya, ajang seperti Clash of Banua dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun semangat kompetitif di kalangan pelajar.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Telkomsel atas terselenggaranya kompetisi ini yang sangat membantu dalam mengasah jiwa kompetitif dan mencerdaskan anak-anak kita,” katanya.

Rusma berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan sehingga memberikan kesempatan bagi lebih banyak pelajar Kalsel untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas wawasan.

Perjalanan Clash of Banua dimulai sejak April 2026 dengan melibatkan ribuan pelajar dari berbagai daerah di Kalsel. Setelah melalui rangkaian seleksi, 39 peserta terbaik kemudian melaju ke tingkat provinsi.

Selain kompetisi cerdas cermat, para finalis juga mendapat kesempatan mengenal dunia kerja di sektor digital melalui kunjungan industri ke GraPARI Telkomsel Banjarmasin.

Syahid Al-Ghaza, peraih juara pertama, mengaku ajang tersebut memberikan pengalaman berharga. Ia bahkan sempat merasa pesimis ketika melihat kemampuan peserta lain yang dinilainya sangat kompetitif.

“Clash of Banua memberikan pengalaman luar biasa buat saya. Semoga ajang ini semakin bergengsi, begitu kompetitifnya perjuangan untuk menjadi yang terbaik di sini,” ungkap Syahid.

Ia mengaku tidak menyangka akhirnya mampu menjadi peserta terbaik dalam kompetisi tersebut.

Ke depan, Telkomsel berencana memperluas jangkauan program dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan pelajar di Kalimantan Selatan.

Arif mengatakan pengembangan kegiatan akan diarahkan pada integrasi platform edukasi digital Ilmupedia dan edu-games Sacred Octagon secara lebih luas dan berkelanjutan.

“Ke depan, kami akan memperluas cakupan sekolah dan keterlibatan pelajar khususnya di Kalimantan Selatan, pada program kegiatan yang mengintegrasikan platform edukasi digital Ilmupedia dan edu-games Sacred Octagon secara lebih luas dan berkelanjutan,” pungkasnya. (naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama