Trending

Tiga Pilar Perempuan Kalsel Perkuat Kolaborasi Kawal Kebijakan Perempuan dan Anak

 

KOLABORASI:Tiga Pilar Perempuan Kalsel Perkuat Kolaborasi Kawal Kebijakan Perempuan dan Anak/foto:naza

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN— Tiga kekuatan perempuan di Kalimantan Selatan, yakni Kaukus Perempuan Parlemen Daerah (KPPD), Gatriwara DPRD Kalsel dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalsel, memperkuat sinergi untuk mendorong kebijakan yang berpihak kepada perempuan dan anak.

Kolaborasi tersebut mengemuka dalam kegiatan ramah-tamah yang mempertemukan perempuan parlemen, pengurus Gatriwara, pimpinan redaksi perempuan, serta jurnalis perempuan dari berbagai media di Kalimantan Selatan

Ketua KPPD Kalsel, Dr. Hj. Dewi Damayanti Said, SE, MM, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya tiga kekuatan perempuan berkumpul dalam satu forum untuk membahas peran dan kontribusi perempuan dalam pembangunan Banua.

“Bukan untuk arisan, bukan untuk lomba masak, tetapi untuk keterlibatan perempuan dalam pembangunan Banua,” ujarnya.

Menurut Dewi, perempuan masih menghadapi tantangan ketika masuk dan berkiprah di ruang politik. Saat ini, dari 55 anggota DPRD Provinsi Kalsel, terdapat 11 anggota perempuan.

“Menjadi perempuan di politik itu rasanya seperti memakai baju kebaya di tengah lapangan bola. Dianggap indah, tetapi dianggap tidak cocok untuk berlari,” katanya.

Ia menuturkan, ketika perempuan parlemen memperjuangkan kebijakan terkait perempuan dan perlindungan anak, masih ada anggapan bahwa persoalan tersebut hanya merupakan urusan perempuan.

Padahal, menurutnya, perlindungan perempuan dan anak merupakan persoalan masa depan daerah dan bangsa.

“Kalau kami bicara soal perda perempuan dan perlindungan anak, kadang dianggap, ‘Ah, itu urusan ibu-ibu saja.’ Padahal itu adalah urusan masa depan Banua,” tegasnya.

Karena itu, Dewi menilai peran FJPI sangat penting untuk memperluas suara dan informasi mengenai kebijakan yang diperjuangkan perempuan parlemen.

“FJPI yang akan membuat suara kami terdengar. Tanpa pian, perda yang kami buat hanya menjadi kertas yang disimpan dalam laci. Pian mampu menulis dengan hati, bukan hanya dengan data,” ujarnya.

Ia mengajak KPPD dan FJPI berjalan bersama untuk saling merangkul, mengawal dan menjaga kebijakan yang berpihak kepada perempuan dan anak.

Sementara itu, Gatriwara DPRD Kalsel disebut memiliki peran penting sebagai bagian dari kekuatan keluarga para anggota parlemen.

“Ibu-ibu Gatriwara adalah benteng kami. Kalau kami di-bully di media sosial karena kebijakan, kalau kami pulang malam karena rapat Banggar, pian yang menjaga rumah, menjaga anak dan menjaga hati kami tetap kuat. Politik itu keras, tetapi keluarga adalah rumah untuk pulang,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, KPPD juga menawarkan tiga komitmen bersama.

Pertama, saling menjaga, termasuk memberikan dukungan terhadap jurnalis perempuan yang menghadapi intimidasi saat menjalankan tugas serta mengawal anggota parlemen perempuan dari serangan berbasis gender.

Kedua, saling mengisi. KPPD memiliki data dan informasi anggaran, FJPI memiliki data serta temuan lapangan, sedangkan Gatriwara memiliki kedekatan dengan keluarga dan masyarakat di akar rumput.

“Kalau tiga data ini kita satukan, kita bisa membuat program yang benar-benar menyentuh, bukan sekadar program dari atas meja,” katanya.

Ketiga, mendorong keterwakilan perempuan di berbagai bidang. KPPD diharapkan terus mendorong keterwakilan perempuan dalam politik, FJPI menyiapkan kader jurnalis perempuan yang berkualitas, sementara Gatriwara berperan dalam mendukung dan mempersiapkan generasi perempuan untuk berkiprah di berbagai bidang.

Dewi berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan.

“Mari kita terus berjuang untuk Banua ini di bidang kita masing-masing dengan sungguh-sungguh sehingga tercapai hajat dan cita-cita yang kita dambakan,” pungkasnya.(Naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama