Trending

Ancaman SCAM di Kalsel Makin Serius, 3314 Laporan Masuk IASC

 

ANCAMAN : Kepala OJK Kalsel Agus Maiyo memaparkan soal ancaman SCAM di Kalsel/foto:naza

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN - Hingga Oktober 2026, sebanyak 3.314 laporan dugaan penipuan keuangan asal Kalimantan Selatan telah masuk ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), dengan total kerugian masyarakat mencapai Rp 111,17 miliar.

Kondisi ini membuat ancaman penipuan keuangan digital atau scam di Kalimantan Selatan (Kalsel) makin serius dan harus segera ditangani dengan optimal 

Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo, korban Scam semakin serius, karena itulah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalsel memperkuat langkah pencegahan dan pelindungan konsumen. Salah satunya melalui peluncuran Program Banua Waspada Scam pada 13 Oktober 2026.

"Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi sekaligus mempermudah masyarakat melaporkan dugaan penipuan keuangan digital,"jelasnya beberap waktu lalu 

Melalui program itu, OJK memperkuat kolaborasi dengan Satgas PASTI Daerah dan perbankan daerah. Bahkan, Helpdesk IASC akan dibuka hingga tingkat kecamatan agar masyarakat memiliki akses lebih dekat untuk melaporkan kasus penipuan.

"Penguatan edukasi dan kemudahan akses pelaporan menjadi bagian penting dalam meningkatkan pelindungan konsumen, terutama menghadapi berbagai modus penipuan keuangan digital," papar Agus. 

Ancaman scam bukan satu-satunya persoalan yang menjadi perhatian OJK. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, OJK Kalsel juga menerima 5.870 tiket layanan konsumen melalui Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK).

Sebanyak 3.797 merupakan pertanyaan, 903 permintaan informasi, dan 1.169 pengaduan atau sekitar 19,9 persen dari keseluruhan tiket layanan.

Hampir separuh pengaduan berkaitan dengan layanan fintech peer-to-peer lending atau pinjaman daring. Tercatat sebanyak 556 pengaduan atau 47,6 persen berasal dari sektor tersebut.

Sementara itu, pengaduan terkait bank umum mencapai 310 kasus atau 26,5 persen, disusul perusahaan pembiayaan sebanyak 258 pengaduan atau 22,1 persen.(Naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama