Trending

Workshop Diversifikasi Hasil Laut, Kotabaru Dorong UMKM Manfaatkan Limbah Perikanan

WORKSHOP: Workshop Diversifikasi Pengolahan Hasil Laut yang berlangsung selama dua hari, 2–3 November 2026, di halaman Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru - Foto Ist

BANUATODAY.COM, KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Perikanan mengembangkan inovasi pengolahan limbah hasil perikanan menjadi produk bernilai ekonomi. Salah satunya melalui pemanfaatan tulang ikan menjadi aneka makanan olahan yang berpotensi meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Diversifikasi Pengolahan Hasil Laut yang berlangsung selama dua hari, 2–3 November 2026, di halaman Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru.

Kegiatan dibuka Kepala Dinas Perikanan Kotabaru, Zaenal Arifin, Senin (2/11/2026). Workshop tersebut diikuti peserta dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perikanan, Jalasenastri Lanal Kotabaru, serta pelaku UMKM pengolahan hasil perikanan dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Kotabaru.

Zaenal mengatakan, besarnya potensi produksi perikanan di Kotabaru perlu diimbangi dengan inovasi pengolahan agar menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Menurut dia, pemanfaatan hasil perikanan tidak seharusnya terbatas pada bagian ikan yang umum dikonsumsi. Bagian lain, termasuk tulang ikan, juga dapat diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai jual.

“Produksi hasil perikanan kita ini besar, tetapi kalau tidak diolah, nilainya tidak akan meningkat. Perlu diolah menjadi produk yang bisa diterima semua kalangan, baik anak-anak, remaja, maupun orang tua,” ujar Zaenal.

Tulang Ikan Diolah Menjadi Aneka Produk Pangan

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan tulang ikan yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah.

Melalui praktik langsung, peserta diajarkan mengolah tulang ikan menjadi berbagai produk makanan, termasuk aneka kue kering seperti nastar, kastengel, putri salju, thumbprint, dan semprit.

Selain itu, pelatihan juga mencakup pembuatan produk olahan ikan modern, seperti nugget ikan, kaki naga, dan dimsum mentai.

Zaenal berharap, pelatihan tersebut dapat membuka wawasan masyarakat mengenai potensi ekonomi dari pengolahan hasil samping perikanan.

“Biasanya tulang ikan dibuang begitu saja. Melalui kegiatan ini, kita belajar bagaimana mengolahnya agar lebih bermanfaat dan memiliki nilai jual tinggi,” jelasnya.

Libatkan UMKM dari Sejumlah Kecamatan

Workshop ini melibatkan peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Kotabaru, antara lain Kecamatan Pulau Laut Utara, Pulau Laut Timur, Pulau Laut Tengah, Pulau Laut Selatan, Pulau Laut Sebuku, Kelumpang Selatan, Kelumpang Tengah, Kelumpang Hilir, Kelumpang Utara, Sampanahan, dan Pamukan Selatan.

Untuk mendukung peningkatan keterampilan peserta, Dinas Perikanan menghadirkan narasumber yang memiliki keahlian dalam pengolahan hasil perikanan dari Gresik, Jawa Timur, yakni Kikis Rochana Handayani dan Agung Nuriwijaya.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan dapat mengembangkan keterampilan pengolahan pangan sekaligus menerapkannya dalam kegiatan usaha.

Dinas Perikanan Kotabaru juga berharap inovasi pemanfaatan limbah perikanan dapat mendorong berkembangnya UMKM berbasis hasil laut, meningkatkan nilai tambah produk, serta membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat.

Dengan pengolahan yang kreatif dan berkelanjutan, potensi perikanan Kotabaru diharapkan tidak hanya menghasilkan produk konsumsi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. (aa/ak)

Lebih baru Lebih lama