Trending

Pertamina Patra Niaga Siap Penuhi Kebutuhan Energi untuk Pembangunan IKN


ILUSTRASI

BANUATODAY.COM, BALIKPAPAN - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Kontraktor pembangunan IKN.

Diantaranya yakni WIKA - PP – JAKON, KSO dan Agen BBM Industri PT Taman Bukit Mas.

Kerjasama tersebut sebagai bentuk pemenuhan bahan bakar minyak dalam kegiatan pembangunan infrastruktur di Ibukota Nusantara (IKN).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, PT Wika Industri & Konstruksi sebagai afiliasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang juga terlibat dalam Pembangunan IKN.

Penandatanganan PKS ini dilakukan pada Selasa (30/1/2024) di Annex Building PT Pertamina Patra Niaga Balikpapan.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Region Manager Corporate Sales Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Jeffri Affandi, SCM Department Manager PT. Wika Industri & Kontruksi, Budhi B. Hergiyanto.

Adapula Manajer Proyek WIKA-PP-JAKON, KSO, Ari Mardika Yadi dan Deputy Director PT. Taman Bukit Mas, Cristopher.

Yang turut disaksikan langsung oleh Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Alexander Susilo.

Dan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pembangunan IKN 2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (B2PJN) Kalimantan Timur (Kaltim) yang diwakili oleh Staff Satker Pembangunan IKN 2 B2PJN Kaltim Agustina.

Alexander Susilo dalam sambutannya mengungkapkan kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut MoU PT Pertamina Patra Niaga dengan Kementerian PUPR.

Yang mana telah ditandatangani sebelumnya oleh Direktur Pemasaran Pusat & Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya dan Kasatgas Pelaksanaan Pembangunan IKN, Danis Hidayat Sumadilaga.

Penandatanganan tersebut dilakukan pada 16 November 2023 lalu.

Hal ini juga merupakan komitmen Pertamina untuk menyediakan produk dan jasa lainnya.

"Penandatanganan ini merupakan wujud komitmen Pertamina Patra Niaga untuk siap menjamin dan menyediakan kebutuhan energi yang dibutuhkan seluruh kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan di IKN."

"Selain bahan bakar minyak, Pertamina Patra Niaga juga siap menyediakan kebutuhan produk lainnya seperti pelumas, aspal, petrokimia serta kerja sama strategis lainnya" ujar Alexander.

Alexander menambahkan bahwa perjanjian kerjasama ini merupakan hal yang lebih spesifik dari MOU yang sudah ada sebelumnya dan merupakan payung hukum dalam pelaksanaan serta dapat dimonitor bersama PUPR.

Sehingga secara bersama-sama dapat mengawal dan mengoptimalkan kerjasama yang ada dan berkontribusi positif dalam mendukung pembangunan IKN.

Sementara itu, Agustina selaku perwakilan Satker Pembangunan IKN 2 B2PJN Kaltim menyampaikan bahwa penandatanganan kerjasama ini dapat mengakomodasi pemenuhan kebutuhan BBM untuk mendukung pekerjaan di IKN.

"Kedepan kami mengharapkan juga dapat mendapatkan aspal dan kebutuhan produk lainnya yang mendukung kelancaran pembangunan IKN," katanya.

“Selain BBM kami juga mengharapkan dengan adanya kerjasama ini, kedepan Pertamina Patra Niaga dapat menyediakan dan memenuhi kebutuhan produk aspal dan kebutuhan produk lainnya yang mendukung kelancaran pembangunan IKN nantinya,” ujar Agustina.

Sebagai Sub Holding Commercial & Trading dari PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga senantiasa berkomitmen untuk menyalurkan kebutuhan energi kepada masyarakat.

“Pertamina siap bekerjasama dan berdiskusi terkait pemenuhan energi yang dibutuhkan dalam mendukung kelancaran pekerjaan infrastruktur di IKN,” tutup Alex.

Dalam penyelesaian project financing, proyek RDMP Balikpapan melibatkan 4 Export Credit Agency (ECA) dan 22 Commercial Banks.

Keberhasilan dalam pelaksanaan project financing proyek RDMP Balikpapan, mulai dari sizing project financing yang cukup besar yaitu sebesar 3,1 miliar USD, project financing ini berhasil mendapatkan over-subscribed hingga 4,39 miliar USD (142%) meskipun di tengah ekonomi dunia yang sedang bergejolak pada saat itu, ujar Taufik. 

Selain itu keberhasilan lain dalam project financing ini adalah bisa mendapatkan bunga yang rendah.

“Kami dengan bangga mempersembahkan The Biggest Project Financing yang melibatkan Export Credit Agencies (ECA), dengan nilai 3,1 miliar USD atau sekitar 45 triliun rupiah, demi ketahanan energi di Indonesia, dengan berkontribusi pada pengurangan import untuk mendukung kemandirian energi Indonesia,” papar Taufik. 

RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional Indonesia yang akan meningkatkan kapasitas kilang Balikpapan dari sekitar 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari, yang akan membantu memenuhi peningkatan permintaan bahan bakar dan produk petrokimia dalam negeri. 

Per Februari 2024, progres utama untuk lingkup ISBL - OSBL Proyek RDMP Balikpapan telah mencapai 88% selesai.

Selain itu, proyek ini juga mengusung aspek keberlanjutan dan lingkungan di mana produk yang dihasilkan tergolong berkualitas tinggi berstandar Euro 5, yang memiliki kandungan sulfur lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan. 

Sebagai salah satu proyek investasi terbesar di Indonesia, proyek Balikpapan akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar impor dan memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi daerah dengan melibatkan perusahaan lokal, menciptakan lapangan kerja lokal, dan menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 30%–35%.

Selain itu dengan penambahan produksi BBM, LPG dan Petrokimia Nasional, diharapkan dapat menghemat defisit neraca perdagangan Indonesia hingga 2 Milyar USD per tahunnya.

Keterangan lain terkait Project Financing RDMP Balikpapan juga dapat disimak melalui https://www.pfie.com/featured/pfi/yearbooks.

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) merupakan anak perusahaan Pertamina yang menjalankan bisnis utama pengolahan minyak dan petrokimia sesuai dengan prinsip ESG (Environment, Social & Governance). (pr/niz)

Lebih baru Lebih lama