![]() |
| DIGITALISASI: Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin saat menyampaikan Smart Hybrid Branch - Foto Dok |
BANUATODAY.COM, BANJARMASIN – Memasuki satu dekade digitalisasi periode 2014–2024, Bank Kalsel menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi layanan perbankan berbasis digital.
Melalui berbagai inovasi, termasuk pengembangan aplikasi AKSEL, Bank Kalsel terus mendorong kemudahan transaksi yang lebih cepat, aman, dan nyaman bagi nasabah.
Transformasi ini tidak terlepas dari tantangan besar yang dihadapi sektor perbankan saat pandemi COVID-19. Selain berdampak pada kesehatan, pandemi juga memengaruhi stabilitas ekonomi dan industri keuangan secara luas.
Dalam merespons kondisi tersebut, Bank Kalsel menerapkan strategi rentabilitas, memperluas ekspansi kredit pada sektor produktif, serta menjalankan kebijakan restrukturisasi kredit guna membantu pelaku usaha tetap bertahan.
Memasuki era Industri 4.0, Bank Kalsel semakin mempercepat integrasi sistem digital dalam operasionalnya. Transformasi dilakukan melalui reformasi sistem core banking menuju digital banking guna meningkatkan kapabilitas layanan, mulai dari mobile banking, internet banking, layanan keuangan digital, e-money, hingga proses customer onboarding.
Ke depan, pembukaan rekening baru akan semakin mudah melalui mekanisme autentikasi video tanpa tatap muka langsung. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas akses layanan bagi masyarakat.
Selain itu, Bank Kalsel juga menghadirkan konsep Smart Hybrid Branch, yaitu inovasi layanan kantor cabang yang menggabungkan sistem digital dan layanan langsung untuk menjawab kebutuhan nasabah yang semakin dinamis.
Dengan berbagai pembaruan tersebut, Bank Kalsel menegaskan bahwa peningkatan kualitas produk dan layanan tetap menjadi prioritas utama. Transformasi digital tidak hanya menjadi strategi bisnis, tetapi juga bentuk komitmen sebagai bank pembangunan daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan nasional. (naz/fsl)

