Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, secara resmi membuka kegiatan tersebut yang dihadiri oleh para seniman, komunitas budaya, serta Dewan Kesenian Kota Banjarmasin. Turut hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Ibnu Sabil, serta Kepala Dinas Pendidikan Ryan Utama bersama para pegiat seni di Kota Banjarmasin.
Dalam sambutannya, Yamin menekankan bahwa seni tidak boleh hanya berhenti sebagai hiburan atau pertunjukan semata. Ia menilai, karya seni harus mampu memberikan nilai tambah sebagai penggerak ekonomi sekaligus sarana edukasi, khususnya bagi generasi muda.
Ia mendorong para pelaku seni dan desainer lokal untuk memanfaatkan media digital agar karya mereka dapat dikenal lebih luas. Menurutnya, seni memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi peluang usaha, mulai dari kerajinan, hiburan, hingga produk budaya lainnya.
Yamin juga menyebut bahwa Banjarmasin memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Peran komunitas seni dinilai sangat penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor kreatif dan literasi budaya di masyarakat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya mengenalkan budaya Banjar sejak dini melalui buku dan karya seni. Ia berharap generasi muda, khususnya anak-anak sekolah dasar, dapat lebih mengenal dan mencintai budaya lokal sebagai bagian dari identitas mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Yamin juga mengaitkan peran seni dengan peningkatan kesadaran lingkungan. Ia menilai komunitas seni dapat menjadi agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Ia mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah, memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk atau maggot, serta mengurangi penggunaan plastik sejak dari sumbernya.
Lebih jauh, Pemerintah Kota Banjarmasin tengah menyiapkan konsep pengolahan sampah menjadi energi melalui teknologi Waste-to-Energy. Program ini diharapkan tidak hanya mengurangi permasalahan sampah, tetapi juga memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai penampilan seni seperti pembacaan puisi, musik, serta diskusi kebudayaan. Pemerintah Kota Banjarmasin berharap kegiatan ini dapat mendorong peran seni tidak hanya dalam pelestarian budaya, tetapi juga dalam penguatan ekonomi kreatif, pendidikan, serta kepedulian lingkungan di masa mendatang. (naz/fsl)