BANUATODAY.COM,MARTAPURA – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Masjid Nurul Iman, Desa Indrasari, Sabtu (18/4/2026) pagi, saat 671 jamaah calon haji Kabupaten Banjar resmi dilepas menuju Tanah Suci. Momen sakral ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, yang sekaligus memberikan pesan mendalam bagi para tamu Allah tersebut.
Prosesi pelepasan diawali dengan sholat hajat bersama, menghadirkan nuansa spiritual yang begitu kuat. Ratusan jamaah yang terdiri dari 292 laki-laki dan 379 perempuan tampak khusyuk, bersiap menapaki perjalanan ibadah dalam lima kelompok terbang (kloter).
Dalam sambutannya, Habib Idrus menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati dan jiwa. Ia mengingatkan pentingnya meluruskan niat serta menjaga sikap selama berada di Tanah Suci.
“Ini adalah panggilan Allah SWT. Tinggalkan sejenak urusan dunia, fokuslah beribadah dengan penuh keikhlasan,” pesannya.
Ia juga memberi perhatian khusus pada kondisi jamaah yang beragam. Dari total jamaah, tercatat 32 orang menggunakan kursi roda, dengan rentang usia mulai 13 hingga 84 tahun. Karena itu, ia mengajak jamaah yang lebih muda untuk turut peduli dan membantu sesama.
“Yang muda tolong jaga yang tua. Ini bukan hanya ibadah pribadi, tapi juga ladang amal. Jangan sampai ada yang tertinggal atau kesulitan,” tegasnya.
Selain kebersamaan, aspek kesehatan juga menjadi perhatian utama. Jamaah diimbau menjaga pola makan, stamina, serta meningkatkan kesabaran dalam menghadapi padatnya aktivitas ibadah di tengah jutaan umat muslim dari berbagai negara
Dalam kesempatan terpisah, Habib Idrus menyampaikan harapan besar agar seluruh jamaah dapat kembali dengan selamat dan lengkap.
“Semoga yang berangkat hari ini, pulangnya nanti tetap 671 orang. Semua sehat dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya penuh harap.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar, Erfan Maulana, mengungkapkan bahwa jumlah jamaah tahun ini meningkat signifikan, naik sekitar 45 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Total jamaah tahun ini mencapai 671 orang. Ini peningkatan yang cukup besar,” jelasnya.
Ia juga memaparkan data jamaah, di mana yang tertua berusia 82 tahun atas nama Masnah Muhammad Darsi dan Yakub Katiran, sementara yang termuda adalah Sofia Kamila, berusia 13 tahun—seluruhnya berasal dari Martapura.
Untuk pemberangkatan, jamaah terbagi dalam beberapa kloter: Kloter 2 sebanyak 353 orang, Kloter 10 sebanyak 176 orang, Kloter 18 sebanyak 87 orang, Kloter 15 sebanyak 54 orang, dan Kloter 11 satu orang sebagai cadangan.
Dari sisi kesehatan, sekitar 30 jamaah masuk kategori risiko tinggi dan masih dalam pemantauan bersama Dinas Kesehatan. Namun secara umum, seluruh persiapan dinyatakan berjalan lancar, termasuk melalui sistem digital SISKOHAT yang mempermudah proses administrasi.
Setiap kloter juga akan didampingi enam petugas untuk memastikan kebutuhan jamaah mulai dari ibadah, kesehatan, hingga logistik—terpenuhi dengan baik.
Erfan turut mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Banjar, mulai dari penyediaan transportasi hingga konsumsi jamaah selama di asrama haji.
“Dukungan Pemkab Banjar sangat luar biasa, sehingga seluruh proses bisa berjalan optimal,” ungkapnya.
Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama, mengiringi langkah para jamaah menuju Tanah Suci dengan harapan mereka diberi kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur dan hajjah mabruroh.(naz/fsl)

