Trending

Kalsel Kembali Dilirik Jadi Lokasi Film Horor Kota Gaib,Alam Sebelah

 

HOROR : Sutradara Tarmizi Abka bersama tim Trazz Pictures saat berada di Banjarmasin

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN – Sutradara Tarmizi Abka bersama tim Trazz Pictures tengah menyiapkan proyek film terbaru bertajuk Kota Gaib: Alam Sebelah dengan mengambil lokasi syuting di Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin dan sekitarnya.

Tarmizi Abka mengungkapkan, kedatangannya ke Banjarmasin dilakukan secara khusus untuk melakukan survei lokasi (hunting) setelah sebelumnya menyelesaikan proses syuting film Tanah Dayak di Pangkalan Bun. Ia menyebut proyek ini digarap dengan target tayang pada awal tahun depan.

“Ini memang mendadak karena target kami awal tahun depan film ini sudah bisa tayang. Setelah dari Pangkalan Bun, saya langsung ke Banjarmasin untuk survei lokasi,” ujarnya.

Menurutnya, film Kota Gaib: Alam Sebelah diangkat dari hasil riset tim yang menemukan banyak cerita masyarakat terkait fenomena “alam sebelah” di Kalimantan. Konsep ini dipilih untuk menghadirkan sudut pandang berbeda dari film horor pada umumnya yang identik dengan gambaran kota gaib yang megah.

“Selama ini orang mengenal kota gaib seperti Saranjana. Padahal di Kalimantan, istilah yang lebih dekat adalah ‘alam sebelah’. Itu yang ingin kami angkat, lebih membumi dan dekat dengan cerita masyarakat,” jelasnya.

Selain Banjarmasin, tim juga berencana menjelajahi sejumlah lokasi lain di Kalimantan Selatan, termasuk wilayah Kabupaten Banjar. Beberapa lokasi yang masuk dalam daftar eksplorasi antara lain kawasan sungai, hutan, hingga Pulau Curiak yang dikenal dengan habitat bekantan dan suasana alamnya yang khas.

Dalam proses produksi, Tarmizi menegaskan akan melibatkan talenta lokal Kalimantan, baik sebagai pemain maupun pendukung produksi. Hal ini dilakukan untuk mengangkat potensi daerah sekaligus menjaga keaslian dialog yang menggunakan bahasa Banjar.

“Kami pasti pakai pemain lokal, karena banyak dialog yang harus menggunakan bahasa daerah. Ini juga bagian dari upaya mengangkat potensi anak muda di Kalimantan,” katanya.

Sementara itu, untuk pemeran dari tingkat nasional, pihaknya masih dalam tahap penjajakan dan belum dapat mengumumkan nama karena proses kontrak belum rampung. Tim casting disebut telah mengantongi lebih dari 10 kandidat aktor dari ibu kota.

Film ini akan mengusung genre drama horor dengan sentuhan edukasi dan nilai budaya. Tarmizi berharap, selain menghadirkan hiburan, film ini juga memberikan pesan moral kepada penonton.

“Kami ingin film ini tidak hanya horor, tapi juga ada edukasi dan nilai budaya. Jadi penonton pulang dari bioskop membawa pesan,” tambahnya.

Ia juga menilai pasar film horor di Indonesia masih sangat besar, dengan rata-rata jumlah penonton yang relatif tinggi dibandingkan genre lain. Meski demikian, pihaknya menargetkan film ini tidak hanya sukses di dalam negeri, tetapi juga dapat menembus pasar Asia.

Produksi film Kota Gaib: Alam Sebelah turut melibatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk rekanan internasional dari Belgia yang tertarik dengan potensi perfilman Indonesia, khususnya cerita berbasis budaya lokal.

Hingga kini, tim masih terus melakukan eksplorasi lokasi serta membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal guna mendukung proses produksi film tersebut.(Naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama