![]() |
| WAWANCARA: Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Drs. Saut Nathan Samosir - Foto Dok |
BANUATODAY.COM, BANJARMASIN - Warga dari Kelurahan Pelabuhan dan Telawang silih berganti menyampaikan aspirasinya dan membawa cerita tentang jalan sempit, gorong-gorong tersumbat, hingga pengalaman kurang menyenangkan saat berobat.
Di hadapan Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Drs. Saut Nathan Samosir, satu per satu keluhan itu mengalir dalam kegiatan reses masa sidang I tahun 2026 yang memasuki hari terakhir.
BACA JUGA: Anggota DPRD Banjarmasin Samosir Serap Aspirasi, Masalah Layanan Rumah Sakit Mengemuka
Bagi Suwardi, Ketua RT 18 RW 02 Kelurahan Basirih, persoalan di lingkungannya terasa nyata setiap hari. Jalan di kawasan Jalan Intan Sari yang hanya selebar sekitar 1,5 meter menjadi akses utama warga, termasuk anak-anak yang bersekolah di tiga lembaga pendidikan TK, SD, dan SMP di sekitar lokasi.
“Kalau berpapasan, harus bergantian. Apalagi kalau ramai jam sekolah,” ujarnya, menggambarkan kondisi yang sudah lama dihadapi warga.
Tak hanya jalan sempit, aliran sungai di sekitar permukiman juga mulai terganggu. Endapan tanah membuat air tidak mengalir lancar. Saat hujan turun, kekhawatiran akan genangan pun meningkat.
Di sisi lain, persoalan yang dihadapi warga tak berhenti di lingkungan tempat tinggal. Beberapa warga mengangkat pengalaman mereka saat mengakses layanan kesehatan. Keterbatasan ruangan salah satu Rumah Sakit di Banjarmasin hingga pasien yang dipulangkan lebih cepat dari perkiraan menjadi cerita yang berulang.
Keluhan terhadap layanan BPJS Kesehatan pun ikut mencuat, memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan masih menjadi perhatian serius masyarakat.
Menanggapi berbagai cerita tersebut, Saut Nathan Samosir tidak hanya mendengar, tetapi juga mencatat. Ia mengakui bahwa sebagian persoalan, seperti gorong-gorong di kawasan tertentu, memiliki kendala tersendiri karena berada di bawah kepemilikan yayasan, sehingga tidak mudah disentuh oleh pemerintah.
Namun demikian, ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan warga tidak akan berhenti di forum reses.
“Ini akan kami bawa dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban dan evaluasi kinerja pemerintah daerah. Harapannya ada tindak lanjut yang nyata,” katanya.
![]() |
| RESES: Warga dari Kelurahan Pelabuhan dan Telawang silih berganti menyampaikan aspirasinya - Foto Dok |
Selama empat hari pelaksanaan reses, benang merah dari berbagai keluhan warga mulai terlihat. Infrastruktur dasar, pelayanan kesehatan, hingga persoalan persampahan menjadi isu yang paling sering muncul.
BACA JUGA: Reses Anggota DPRD Banjarmasin Saut Nathan Samosir Jadi Solusi Nyata Bagi Warga
Meski demikian, di balik berbagai keluhan tersebut, terselip harapan. Bagi warga seperti Suwardi, kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat menjadi hal yang penting.
“Aspirasi kami didengar langsung, itu saja sudah membuat kami merasa diperhatikan,” ucapnya.
Di tengah berbagai keterbatasan, pertemuan sederhana itu menjadi ruang bagi warga untuk bersuara dan berharap, cerita mereka tidak berhenti sebagai catatan, tetapi berlanjut menjadi perubahan. (fs/ak)


