Trending

Haji Aftahudin Desak Pemerintah Tertibkan Distribusi Solar Subsidi

SOLAR: KECEWA: H. Aftahudin menilai sulitnya akses solar subsidi semakin membebani dunia usaha sektor kebutuhan pokok - Foto Dok Naza

BANUATODAY.COM, BANJARMASIN – Sulitnya memperoleh solar subsidi kini semakin dirasakan para pelaku usaha, termasuk distributor kebutuhan pokok di Kalimantan Selatan, Jumat (8/5/2026). 

Wakil Ketua Kadin Kalsel yang juga distributor sembako, H. Aftahudin, menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi distribusi solar subsidi yang dinilai semakin menyulitkan dunia usaha.

“Kami mencoba untuk menekan harga sembako tidak terlalu naik, namun karena biaya operasional kami semakin besar akibat susahnya mendapat solar subsidi, kalau ini terus dibiarkan maka harga sembako di masyarakat akan terdampak lagi,” ujarnya, Jumat (08/05).

Menurut Aftahudin, tingginya selisih harga antara solar subsidi dan non subsidi diduga menjadi salah satu faktor meningkatnya penyelewengan di lapangan.

Ia mencontohkan, di sejumlah SPBU terdapat solar subsidi yang dijual jauh di atas harga resmi pemerintah.

“Ada beberapa SPBU yang menjual solar subsidi hingga Rp15 ribu per liter, padahal harga resminya Rp6.800. Ini di SPBU resmi, jadi kami bingung juga, kalau tidak mau ya tidak diberi solar,” keluhnya.

Kondisi tersebut dinilai sangat memberatkan pelaku usaha distribusi yang bergantung pada solar subsidi untuk menekan biaya pengiriman kebutuhan pokok ke masyarakat.

Jika persoalan ini terus berlanjut tanpa penanganan serius, ia khawatir harga sembako akan kembali mengalami kenaikan.

Karena itu, Aftahudin meminta pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta Pertamina segera bertindak tegas terhadap praktik penyelewengan maupun aktivitas pelangsir solar subsidi.

“Kami meminta pemerintah daerah, termasuk Kepolisian dan Pertamina, segera menindak oknum dan para pelangsir, sehingga tidak ada lagi penyelewengan solar subsidi,” tandasnya. (naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama