Trending

Muhammad Yamin: Pancasila Terbukti Menjaga Keutuhan Bangsa di Tengah Keberagaman

 

UPACARA: Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di Balai Kota Banjarmasin - Foto Dok

BANUATODAY.COM, BANJARMASIN – Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya nilai persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, penyebaran informasi yang tidak terkendali, hingga dinamika geopolitik dunia.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup yang diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar simbol yang diperingati setiap tahun.

BACA JUGA: Pemprov Kalsel Percepat Pembenahan Stadion 17 Mei, Lintasan Atletik Rampung Akhir Juni

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di Balai Kota Banjarmasin, Senin (1/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Muhammad Yamin membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi fondasi utama yang menjaga keutuhan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang dimiliki bangsa ini.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” ujar Muhammad Yamin saat membacakan amanat tersebut.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal sosial yang kuat berupa semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat. Namun, berbagai perkembangan zaman juga menghadirkan tantangan baru yang perlu dihadapi secara bijaksana.

Tantangan tersebut antara lain meningkatnya penyebaran hoaks, radikalisme digital, polarisasi sosial, hingga berkurangnya interaksi sosial yang sehat akibat perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi tidak akan memberikan manfaat yang optimal apabila tidak diimbangi dengan penguatan nilai moral, etika, dan karakter kebangsaan.

Selain itu, Indonesia dinilai memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Nilai-nilai musyawarah, mufakat, kemanusiaan, dan keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila disebut menjadi instrumen penting dalam menjembatani berbagai perbedaan serta membantu meredakan konflik di tingkat global.

Komitmen tersebut tercermin melalui berbagai kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia, keterlibatan dalam penyelesaian konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih menghadapi penindasan.

Dalam kesempatan itu, generasi muda juga mendapat perhatian khusus. Kaum muda dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital.

Generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mengedepankan sikap kritis, toleran, bertanggung jawab, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkuat persatuan bangsa.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Mari jadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam tindakan dan perilaku sehari-hari,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat Kepala BPIP.

BACA JUGA: Pemprov Kalsel Resmikan Kafe Forester 3, Optimalkan Aset Daerah dan Tingkatkan PAD

Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, aparatur sipil negara, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Melalui momentum tersebut, pemerintah mendorong penguatan pendidikan karakter, peningkatan literasi digital, pengembangan ruang dialog antarkelompok, serta pelestarian budaya gotong royong sebagai langkah konkret menghadapi tantangan masa depan. Dengan demikian, Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi solusi dalam menjaga persatuan bangsa dan mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global. (hum/ak)

Lebih baru Lebih lama