Trending

Alfamart Perkuat Upaya Cegah Stunting Lewat Edukasi Gizi di Hari Anak Nasional, Lengkapi Program Satu Telur Sehari

EDUKASI: Edukasi gizi yang digelar Alfamart di POSKESDES Pinggiraan Hilir/Foto Ist.


BANUATODAY.COM, BANJAR – Momentum Hari Anak Nasional menjadi penguat komitmen Alfamart dalam mendukung percepatan penanganan stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS). Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk membantu intervensi gizi anak sekaligus meningkatkan pemahaman keluarga akan pentingnya pola hidup sehat. 

Program yang telah memasuki tahun keempat tersebut menargetkan 2.700 anak terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota dengan penyaluran lebih dari 510.000 butir telur selama enam bulan pelaksanaan. 

Alfamart juga melengkapi program tersebut dengan edukasi gizi bagi para orang tua. Langkah ini dilakukan agar intervensi gizi yang diberikan dapat berjalan lebih optimal melalui perubahan pola asuh, kebiasaan makan, serta pemahaman keluarga terhadap pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak dini.

Momentum Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli dimanfaatkan Alfamart untuk menghadirkan edukasi langsung dari tenaga kesehatan atau ahli gizi kepada para orang tua penerima manfaat Program Satu Telur Sehari. 

Salah satunya digelar di Kabupaten Banjar, sebanyak 60 anak penerima manfaat bersama orang tuanya mengikuti edukasi gizi di POSKESDES Pinggiraan Hilir, Selasa (21/7/2026).

Dalam sesi edukasi tersebut, Nutrisionis Penyelia, Husnul Khotimah, menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kurangnya asupan gizi, infeksi berulang, lingkungan yang kurang sehat, pola asuh yang belum optimal, hingga terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan.

Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi fase paling krusial dalam mencegah stunting karena menjadi fondasi utama tumbuh kembang anak.

"Seribu Hari Pertama Kehidupan merupakan waktu terbaik untuk mencegah stunting. Sejak anak masih dalam kandungan, kebutuhan gizi ibu harus terpenuhi selama masa kehamilan. Setelah lahir, pemenuhan gizi seimbang pada anak juga menjadi faktor penting agar tumbuh kembangnya berlangsung optimal," ujar Husnul.

Ia menambahkan, rentang usia 6 hingga 24 bulan merupakan periode penting untuk memperbaiki status gizi anak. Pada fase tersebut, pemberian protein hewani, termasuk telur, menjadi salah satu sumber nutrisi yang mendukung pertumbuhan, tentu disertai konsumsi makanan bergizi seimbang lainnya. (naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama