Trending

Dinsos Banjarmasin Sebut Perubahan Ekonomi Warga Pengaruhi Data Penerima Bansos

BANTUAN: Para warga yang sedang mengunjungi Kantor Kelurahan Pemurus Baru/Foto Naza.


BANUATODAY.COM, BANJARMASIN – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin menegaskan data penerima bantuan sosial (bansos) dapat berubah setiap tiga bulan menyesuaikan kondisi ekonomi masyarakat. Pembaruan data tersebut dilakukan agar penyaluran bantuan tetap tepat sasaran, Jumat, (31/7/2026).

Penjelasan itu disampaikan menyusul adanya temuan dugaan bantuan pangan (bapang) yang diterima warga yang dinilai telah mampu secara ekonomi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kota Banjarmasin, Jefry Fransyah, mengatakan perubahan kondisi ekonomi masyarakat dapat terjadi dalam waktu singkat sehingga memengaruhi posisi desil kesejahteraan yang menjadi dasar penentuan penerima bantuan.

"Data itu di-update setiap triwulan. Dalam rentang waktu itu bisa saja kondisi ekonomi seseorang berubah, apakah naik atau justru turun. Karena itu verifikasi terus dilakukan," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Jefry menjelaskan, Dinsos Kota Banjarmasin setiap hari menerima berbagai pengaduan masyarakat terkait penyaluran bantuan sosial. Seluruh laporan tersebut akan ditindaklanjuti melalui proses verifikasi lapangan oleh petugas untuk memastikan kondisi ekonomi penerima masih sesuai dengan data yang tercatat.

"Kalau ada laporan dari masyarakat, pasti kami verifikasi. Petugas turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya," katanya.

Terkait dugaan bantuan pangan yang tidak tepat sasaran di Kelurahan Pemurus Baru, Jefry mengungkapkan data penerima bantuan bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Kementerian Sosial. Dinsos Kota Banjarmasin menggunakan basis data yang sama dalam proses pendataan.

Namun demikian, ia menegaskan mekanisme penyaluran bantuan pangan sepenuhnya menjadi kewenangan kementerian atau instansi penyelenggara program.

"Kami menggunakan data yang sama, tetapi mekanisme penyaluran bantuan bapang berada di kementerian. Kalau ada kebijakan lain dalam penyaluran, itu menjadi kewenangan penyelenggara program," jelasnya.

Menurutnya, salah satu penyebab bantuan tidak tepat sasaran dapat terjadi apabila data yang digunakan belum diperbarui, sementara kondisi ekonomi penerima telah mengalami perubahan.

"Misalnya data ditarik beberapa bulan sebelumnya, sementara kondisi ekonomi warga sudah berubah. Dampaknya tentu bantuan menjadi tidak tepat sasaran," ungkapnya.

Jefry juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan warga yang dinilai layak menerima bantuan namun belum terdaftar, maupun sebaliknya jika ada penerima yang sudah tidak memenuhi kriteria.

Laporan tersebut dapat disampaikan melalui pihak kelurahan maupun relawan sosial yang bekerja sama dengan Dinsos. Selanjutnya, laporan akan diverifikasi sebelum dilakukan pembaruan data penerima bantuan.

"Kami terbuka terhadap semua pengaduan. Semua laporan pasti kami proses dan diverifikasi agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak," tegasnya.

Selain melibatkan aparatur kelurahan, Dinsos Kota Banjarmasin juga didukung relawan sosial serta verifikator lapangan yang bertugas melaporkan perubahan kondisi masyarakat melalui aplikasi. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pembaruan data sehingga penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran. (naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama