![]() |
LOKER: Diskopumker Banjarmasin buka akses sekitar 5.300 lowongan kerja/Foto Dok. |
BANUATODAY.COM, BANJARMASIN – Kabar baik bagi warga yang tengah berburu pekerjaan. Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumker) membuka akses terhadap sekitar 5.300 lowongan kerja dari berbagai perusahaan. Langkah ini menjadi salah satu upaya menekan angka pengangguran terbuka yang masih berada di atas rata-rata nasional maupun Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kepala Diskopumker Kota Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Banjarmasin saat ini tercatat sebesar 6,45 persen. Angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional dan Provinsi Kalsel yang berada di kisaran 4,1 persen.
"Pengangguran masih menjadi tantangan bagi kami. Karena itu, kami terus memperluas akses informasi lowongan kerja agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pekerjaan," ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Menurut mantan Kepala Dinkes Banjarmasin ini, ribuan peluang kerja tersebut berasal dari berbagai perusahaan yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Informasi lowongan terus disebarluaskan melalui berbagai media, termasuk kegiatan sosialisasi yang digelar Diskopumker.
Ia menjelaskan, masyarakat dapat memilih pekerjaan sesuai latar belakang pendidikan, keterampilan maupun kompetensi yang dimiliki. Bidang pekerjaan yang tersedia pun beragam, mulai dari pemasaran, pembiayaan dan perbankan, teknologi dan teknik, administrasi, sumber daya manusia (SDM), layanan pelanggan, keamanan, tenaga pendukung hingga sektor perhotelan.
Dari total sekitar 5.300 lowongan kerja yang tersedia, sebanyak 600 di antaranya akan difokuskan pada pelaksanaan Job Fair yang dijadwalkan berlangsung pada 26–27 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut akan digelar bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. Job Fair itu diharapkan menjadi wadah yang mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja secara langsung.
"Kami ingin semakin banyak masyarakat yang terserap ke dunia kerja. Di sisi lain, kebutuhan tenaga kerja perusahaan juga dapat terpenuhi," katanya.
Berharap langkah tersebut tidak hanya mampu menurunkan angka pengangguran, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal. (frz/fsl)

