Trending

Pelayanan BPJS hingga Sekolah Rakyat Jadi Sorotan dalam Reses Saut Nathan Samosir

ASPIRASI: Saut Nathan Samosir menggelar Reses bersama para warga Kelurahan Pekauman dan Kelurahan Belitung Selatan - Foto Dok Naza


BANUATODAY.COM, BANJARMASIN – Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Saut Nathan Samosir, menyerap berbagai aspirasi warga Kelurahan Kuin Cerucuk dan Kelurahan Belitung Selatan dalam kegiatan reses yang digelar di Kedai 99 Trisakti, Kota Banjarmasin, Rabu (13/7/2026). 

Berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat meliputi pelayanan kesehatan, distribusi air bersih, validitas data penerima bantuan sosial (bansos), Program Sekolah Rakyat, hingga sanitasi lingkungan.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian utama adalah pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan. Warga mengeluhkan adanya pasien yang dinilai dipulangkan dari rumah sakit sebelum kondisinya benar-benar pulih.

Menanggapi hal tersebut, Saut meminta Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin bersama pihak rumah sakit melakukan evaluasi agar setiap pasien yang menjalani perawatan benar-benar dipastikan layak sebelum diperbolehkan pulang.

"Ada laporan masyarakat mengenai pasien yang dirawat sekitar enam hari kemudian dipulangkan, namun tidak lama setelah itu meninggal dunia. Memang soal umur merupakan kehendak Tuhan, tetapi rumah sakit harus memastikan pasien benar-benar sudah layak pulang dan tetap memberikan pelayanan pengobatan secara maksimal kepada peserta BPJS," ujarnya.

Selain persoalan kesehatan, warga juga menyampaikan keluhan mengenai distribusi air bersih di kawasan Kuin Cerucuk yang disebut sering tidak mengalir pada pagi hari.

Menurut Saut, aspirasi tersebut akan diteruskan kepada pihak PDAM agar segera mendapat perhatian sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Persoalan lain yang kembali mencuat dalam reses tersebut adalah akurasi data penerima bantuan sosial. Ia menilai masih ditemukan warga yang sudah tidak memenuhi syarat namun masih tercatat sebagai penerima bantuan, bahkan terdapat nama warga yang telah meninggal dunia tetapi belum dihapus dari data.

Di sisi lain, masih ada masyarakat yang dinilai layak menerima bantuan namun belum masuk dalam daftar penerima.

"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Bila diperlukan, data hasil pendataan akan kami sampaikan ke kementerian agar penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan," katanya.

Warga juga mempertanyakan belum adanya Program Sekolah Rakyat di Kota Banjarmasin. Berdasarkan penjelasan yang diterimanya dari dinas terkait, hingga saat ini program tersebut belum dapat dilaksanakan karena pemerintah daerah belum memiliki lahan yang memenuhi persyaratan dari pemerintah pusat.

Akibatnya, masyarakat Banjarmasin belum dapat mengikuti Program Sekolah Rakyat pada tahun 2026, sementara daerah lain seperti Banjarbaru dan Kabupaten Barito Kuala telah lebih dahulu melaksanakannya.

Saut berharap pemerintah daerah dapat segera menyiapkan lahan yang sesuai agar masyarakat Banjarmasin juga memperoleh kesempatan mengikuti program tersebut.

Selain itu, persoalan sanitasi lingkungan turut menjadi perhatian warga. Mereka masih menemukan jamban yang membuang limbah langsung ke sungai sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu ditangani secara bertahap melalui kolaborasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim).

"Kami berharap ke depan sudah tidak ada lagi jamban yang langsung membuang limbah ke sungai karena dapat mencemari lingkungan. Seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan pada reses ini akan kami tindak lanjuti bersama pemerintah daerah agar bisa memperoleh solusi," pungkasnya.
(naz/fsl) 

Lebih baru Lebih lama