Trending

5 Rumah Ludes Terbakar di Jalan Bandarmasih, Api Muncul Dari Rumah Kosong

HANGUS: korban kebakaran di Jalan Bandarmasih, Banjarmasin Barat mencari sisa-sisa harta benda yang masih bisa diselamatkan/foto:ana

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN- Kebakaran menggegerkan warga Jalan Bandarmasih, Banjarmasin Barat, Selasa (25/08) dini hari. Sedikitnya, terdapat lima bangunan luluh lantak dan rata dengan tanah akibat dilahap si jago merah.

Kobaran api yang besar sempat membuat warga kocar kacir berhamburan keluar rumah. Di saat sebagian dari mereka tengah dalam kondisi tertidur pulas, ada seorang saksi yang mengaku melihat gelagat tak biasa, tepatnya sesaat sebelum kebakaran terjadi.

Kejadian bermula sekitar pukul 4.00 Wita. Saksi sekaligus korban, Riko (19) mengaku saat itu tengah terjaga. Posisi rumahnya berdekatan dengan sebuah rumah petak berpintu empat. Disitulah tempat awal api diduga muncul.

Saat kejadian, ia merasa dikejutkan oleh seorang tetangga yang mengetok panik menggunakan ember. Saat membuk pintu, di depan rumah petak tersebut, tampak api sedang membakar sebuah kasur.

“Kasur itu dalam posisi berdiri, memang hanya diletakkan. Saat itu apinya belum besar, saya dan warga berusaha menyiram dengan peralatan seadanya tapi susah sekali dipadamkan,” ujarnya.

Melihat pintu rumah sedikit renggang, kemudian Riko berinisiatif menerobos masuk. Nyatanya, juga terdapat api. Posisinya sedang membakar dinding di dalam rumah petak tersebut. Artinya terdapat dua titik api yang terpisah saat kejadian. Akibat itu, ia mengaku cukup heran.

“Saya heran, sumbernya ada dua dengan jarak beberapa meter tidak saling terhubung. Keduanya sama-sama sulit sekali dipadamkan meski telah disiram. Saya juga mencium aroma minyak saat menghadapi api,” katanya.

Upaya pemadaman saat itu sangat terbatas. Kondisinya tidak seimbang dengan cepatnya api menjalar. Kebakaran kemudian membesar hingga tak mampu lagi dikendalikan sampai bantuan berdatangan.

Riko menyebut, rumah petak itu tidak sedang dalam keadaan dihuni. Bahkan sudah berbulan-bulan, keadaanya kosong tanpa pemilik maupun penyewa yang menempati. Selain itu, lampu di rumah petak juga terpantau tidak pernah menyala.

“Kalau malam pasti gelap. Tidak ada lampu. Kalau korsleting seperti tidak mungkin,” bebernya.

Sebelumnya, beberapa saat sebelum api muncul, Riko juga mengaku mendengar suara grasak grusuk di dalam rumah petak yang kosong. 

Namun, ia tak menghiraukan karena mengira hanya sebatas aktivitas hewan melata. 

Saat kejadian, barulah ia baru menyadari pintu rumah petak yang dicurigai dalam posisi tak terkunci dan sedikit renggang. Karena itu, ia tak perlu mendobrak saat api muncul di dalam rumah.

“Saya kira cuman tikus, baru curiga ada yang sempat masuk setelah kebakaran terjadi,” ungkapnya.

Alhasil, Riko bersama seorang kakak dan seorang adiknya hanya bisa menyelamatkan telepon genggam. Sedangakan, rumah ditinggali habis terbakar, termasuk harta benda yang tak sempat diselamatkan.

“Sisa baju di badan dan HP ini saja. Yang terpikir saat itu membangunkan adik yang tidur. Sedangkan kakak tidur di warung depan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Lusiana menyebut selain rumah petak yang kosong, rumah pemiliknya di kawasan tersebut juga dalam keadaan kosong. Keduanya sama-sama tak luput dari daftar hunian yang terbakar.

“Kalau rumah pemiliknya terkena juga banyak, hanya bagian depan yang tersisa. Keduanya sama-sama kosong,” terangnya.

Totalnya, terdapat lima bangunan yang terlibat kebakaran. Empat d antaranya hunian rumah. Sedangkan sebuah rumah petak dengan empat pintu. Tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut.

Namun, tercatat tiga kepala keluarga, termasuk sembilan warga yang kehilangan harta benda dan rumah akibat musibah tersebut. Tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran pun kini terpantau telah dipasangi garis polisi.(yln/fsl)

Lebih baru Lebih lama