Trending

Dari Balogo hingga Egrang Meriahkan Hut Kemerdekaan RI di Kandangan

 

TARIK TAMBANG: Peserta lomba tarik tambang saat bertanding. (Foto: Istimewa

BANUATODAYCOM,KANDANGAN - Sejumlah permainan tradisional kembali dimainkan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS),salah satunya Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) HSS menggelar kegiatan olahraga masyarakat dan tradisional di kawasan Lapangan Lambung Mangkurat Kandangan, Sabtu (29/08). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Permainan seperti balogo, egrang, bakiak, lari balok, tarik tambang, hadang, sumpit dan bagasing turut dimainkan dalam kegiatan tersebut.

Ketua KORMI HSS masa bakti 2026-2030, Muhlis Ridhani, mengatakan permainan tradisional perlu tetap dikenalkan kepada generasi muda agar tidak semakin ditinggalkan.

Menurutnya, perubahan kebiasaan bermain anak menjadi salah satu tantangan. Jika dahulu anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan permainan fisik bersama teman, kini aktivitas tersebut banyak bergeser ke perangkat digital.

"Jangan sampai generasi muda kita terlalu banyak menghabiskan waktu dengan smartphone atau game online. Kita ingin mereka tetap punya aktivitas yang membuat tubuh bergerak dan bisa bermain bersama," ujar Muhlis.

Ia menilai permainan tradisional memiliki nilai yang tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik. Saat dimainkan bersama, terdapat interaksi, kerja sama dan ketangkasan yang secara tidak langsung ikut membentuk kebiasaan sosial anak.

"Permainan tradisional itu ada kebersamaan dan interaksi. Jadi bukan hanya badan yang bergerak, tetapi anak-anak juga belajar bekerja sama dan bersosialisasi," katanya.

Menurut Muhlis, pengenalan permainan tradisional juga berkaitan dengan keberlangsungan budaya lokal. Permainan yang pernah menjadi bagian dari keseharian masyarakat dikhawatirkan semakin asing bagi generasi muda jika tidak terus diperkenalkan.

Karena itu, ia berharap permainan tradisional tidak hanya muncul ketika ada perlombaan atau perayaan tertentu.

"Harapannya jangan hanya saat momentum kemerdekaan. Permainan ini harus terus dikenalkan kepada anak-anak dan generasi muda supaya keberadaannya tetap terjaga," tuturnya.

Selain permainan tradisional, KORMI HSS juga menghadirkan senam aerobik, panahan tradisional, airsoftgun, komunitas layangan dandang dan sepeda ontel.

Kegiatan turut diramaikan pasar murah dan gerakan pangan murah yang menyediakan sejumlah kebutuhan pokok. Dekranasda HSS bersama pelaku UMKM juga menampilkan berbagai kerajinan lokal.

Bagi masyarakat, keberadaan permainan seperti balogo, egrang dan bakiak di tengah kawasan perkotaan menjadi kesempatan untuk kembali melihat permainan yang mulai jarang hadir dalam keseharian anak-anak.(frz/fsl)

Lebih baru Lebih lama