BANUATODAY.COM,BANJARMASIN — Menghadapi kondisi musim kemarau panjang yang berdampak pada pasokan air bersih bagi masyarakat, Pemerintah Kota Banjarmasin bersama PTAM Bandarmasih bergerak cepat melakukan pengerukan dan normalisasi di area Mulut Intake Sungai Bilu (area PT. Ermino Menermasi), Sungai Bilu belum lama tadi.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menekankan pentingnya langkah antisipasi jangka panjang serta kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi krisis air yang menjadi tantangan tahunan.
"Langkah normalisasi pada intake Sungai Bilu dilakukan karena sudah hampir puluhan tahun tidak tersentuh pembersihan. Kami berharap pengerjaan ini dapat kembali menarik pasokan air baku untuk diolah dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat," ujar Yamin, Kamis (27/08/2026).
Secara teknis, pengerukan ini ditujukan untuk membersihkan endapan sedimen yang selama ini menghambat pasokan air baku menuju pintu pengolahan, terutama saat fenomena intrusi air laut terjadi.
Direktur Utama PTAM Bandarmasih, Zulbadi, menjelaskan bahwa penumpukan sedimen menjadi kendala utama dalam mengoptimalkan pengambilan air sungai.
"Kegiatan pengerukan ini bertujuan agar sedimen-sedimen di sungai yang menghambat aliran bisa digeser atau dihilangkan, sehingga aliran sungai menuju mulut intake menjadi lebih lancar," terang Zulbadi.
Zulbadi menambahkan, kebersihan area mulut intake sangat krusial karena titik krusial pengambilan air baku sangat bergantung pada kondisi pasang surut air sungai.
"Harapan akhirnya adalah pada saat air surut, kita bisa mengambil air baku dengan semaksimal mungkin. Sebab, pada saat air pasang saat ini kita tidak bisa mengambil air akibat terintrusi air laut. Dengan hilangnya sedimen dan mulut intake yang bersih, pengambilan air baku dari Intake Sungai Bilu dapat maksimal, pengolahan lebih optimal, dan distribusi air bersih ke wilayah Banjarmasin Barat serta Banjarmasin Utara sebelah kiri dapat lebih lancar," ungkapnya.
Menanggapi persoalan siklus tahunan ini, Wali Kota Yamin menegaskan bahwa penanganan dampak kemarau tidak boleh berhenti pada solusi jangka pendek. Ia mengarahkan jajaran PTAM Bandarmasih untuk segera menyiapkan perencanaan yang matang dan berkelanjutan.
"Setiap tahun kita menghadapi musim kemarau. Karena itu, kita harus punya inovasi dan kreativitas. Salah satunya dengan menyiapkan tempat penampungan atau cadangan air baku untuk jangka panjang melalui penyusunan roadmap dan master plan," tegas Yamin.
Selain pembenahan internal di jajaran PTAM Bandarmasih, Yamin juga mendorong sinergi yang lebih luas antara Pemerintah Kota Banjarmasin, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk pengerukan sungai-sungai besar.
"Normalisasi sungai-sungai besar seperti Sungai Martapura dan Sungai Bilu ini sangat krusial. Tidak hanya untuk mengatasi krisis air saat kemarau, tetapi juga sebagai penanganan masalah banjir di Kota Banjarmasin. Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi lintas sektor harus segera dipersiapkan dan dilaksanakan," pungkasnya.(naz/ fsl)

