![]() |
| BANTAH: Dewi Perssik membantah isu terkait dirinya ikut campur permasalahan Ruben Onsu dan Sarwendah/Foto Instagram dewiperssik9 |
BANUATODAY.COM, JAKARTA – Penyanyi dangdut Dewi Perssik meluapkan kemarahannya setelah diserang oleh sejumlah warganet yang mengaitkan unggahan media sosialnya dengan permasalahan rumah tangga antara Ruben Onsu dan Sarwendah, Senin, (10/8/2026).
Melalui siaran langsung di akun TikTok miliknya, pelantun lagu Mimpi Manis tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat mencampuri apalagi memihak salah satu pihak dalam konflik perceraian pasangan selebriti tersebut. Kekesalan Dewi Perssik bermula saat dirinya mengunggah kalimat promosi untuk series terbarunya yang bertajuk Suara Hati di media sosial Threads dengan tulisan, "Sebenarnya pingin ngomong langsung… tp suara hati yg sering ngomong". Namun, unggahan tersebut justru disalahartikan oleh oknum warganet hingga memicu serangan komentar negatif kepada dirinya.
"Hanya gara-gara caption 'gue enggak bisa ngomong tapi suara hati yang bicara,' langsung gue diserang sama -yang katanya, dibilang buzzer enggak mau, dibilang babu pasti enggak mau, dibilang sen kali ya?- tiba-tiba nyerang gue. Katanya 'saya bukan buzzer, saya pembela wanita,' lah yang lo serang ini wanita," kata Dewi saat memberikan klarifikasinya.
Pedangdut kelahiran Jember ini mengaku sangat heran karena namanya terus diseret dan dituding sedang membicarakan kehidupan pribadi Sarwendah maupun Ruben Onsu. Padahal, ia mengaku jadwal pekerjaannya sangat padat sehingga tidak memiliki waktu untuk mengurusi persoalan pribadi orang lain.
"Pada ngomongin Sarwendah, Sarkawi, Sarkiwi, memang dia siapa? Sampai saya harus omongin. Saya ini kerja dan enggak ada waktu buat ngomongin orang," katanya.
Lebih lanjut, Dewi Perssik mengimbau publik agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak sembarangan melontarkan tuduhan mendasar. Mengingat serangan warganet sudah mulai menyentuh area pribadi dan kehidupan masa lalunya, ia memeringatkan tidak segan-segan membawa permasalahan serangan siber ini ke jalur hukum apabila ujaran kebencian tersebut terus berlanjut. (naz/fsl)

