Trending

Di Tengah Gempuran Kuliner Modern, Bakso Keliling Masih Punya Pelanggan Setia

 

BERTAHAN: Bakso Keliling Masih Punya Pelanggan Setia di tengah gempuran kuliner modern/foto:yuanda

BANUATODAY.COM,BANJARBARU – Di tengah menjamurnya restoran cepat saji, kafe, hingga berbagai usaha kuliner modern, pedagang bakso keliling masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Dengan harga yang ramah di kantong dan cita rasa yang konsisten, usaha sederhana ini mampu bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Salah satunya dijalani Defit Setiawan atau yang akrab disapa Mas Defit. Selama lebih dari satu dekade, ia setia mendorong gerobak baksonya menyusuri kawasan Panglima Batur dan sejumlah permukiman di Kota Banjarbaru.

Usaha keluarga yang telah digelutinya sejak 2013 itu menjadi sumber penghidupan yang terus dipertahankan. Setiap hari, Mas Defit mulai berjualan sekitar pukul 10.00 Wita hingga malam hari. Ketika pembeli sepi di lokasi mangkal dekat Rumah Sakit Mawar, ia memilih berkeliling mencari pelanggan.

"Harga bakso kami mulai Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per porsi. Saya ikut usaha keluarga ini sejak tahun 2013. Biasanya mangkal di dekat Rumah Sakit Mawar Panglima Batur, tapi kalau sepi saya keliling," ujarnya.

Bakso racikan Mas Defit dikenal memiliki kuah kaldu yang gurih dengan tekstur bakso yang padat daging. Seluruh bumbu dan adonan diracik sendiri setiap pagi untuk menjaga kualitas rasa yang telah menjadi ciri khas usahanya.

Meski demikian, perjalanan usahanya tidak selalu mulus. Persaingan dengan pedagang bakso lainnya serta kenaikan harga bahan baku menjadi tantangan yang harus dihadapi agar usaha tetap berjalan.

Di balik tantangan tersebut, pelanggan tetap berdatangan. Salah satunya Vincent yang mengaku baru pertama kali mencicipi bakso buatan Mas Defit.

"Baru pertama kali makan di sini. Rasanya enak, kuahnya gurih dan baksonya juga terasa dagingnya," kata Vincent.

Keberadaan bakso keliling seperti milik Mas Defit menjadi bukti bahwa usaha kecil tetap mampu bertahan apabila menjaga kualitas rasa, harga yang terjangkau, serta pelayanan yang ramah kepada pelanggan. Di tengah derasnya persaingan bisnis kuliner, ketekunan menjadi modal utama agar usaha sederhana tetap dipercaya masyarakat.(yan/fsl)

Lebih baru Lebih lama