Trending

‎Disdik Banjarbaru Perpanjang Masa PJJ hingga 2 September Dampak Kabut Asap Masih Pekat

 

PERPANJANG : pelaksanaan PJJ di satuan Pendidikan di Banjarbaru diperpanjang hingga 2 September/foto:dok
‎BANUATODAY.COM,BANJARBARU –  Dinas Pendidikan resmi memperpanjang masa pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan di wilayahnya. 
‎Kebijakan ini diambil menyusul maraknya paparan kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dinilai masih mengancam kesehatan warga sekolah.
‎Ketentuan perpanjangan belajar daring tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3.5/ 1800 /P.SMP/Disdik yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basid  pada Jumat (28/8) tadi. 
‎Berdasarkan surat edaran tersebut, perpanjangan PJJ berlaku selama tiga hari kerja, terhitung mulai Senin, 31 Agustus 2026 sampai dengan Rabu, 2 September 2026. 
‎Aturan ini wajib diterapkan oleh seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, hingga SMP negeri maupun swasta se-Kota Banjarbaru.
‎"Betul, langkah ini diambil guna melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, maupun tenaga kependidikan dari bahaya kabut asap,"ucap Basid saat dikonfirmasi, Minggu (30/8).
‎Selama masa perpanjangan PJJ, pihak sekolah mengimbau seluruh siswa dan tenaga pengajar untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. 
‎Warga sekolah juga diwajibkan menggunakan masker jika terpaksa beraktivitas di luar rumah guna menghindari penyakit saluran pernapasan.
‎Kendati proses belajar mengajar dialihkan ke rumah secara jarak jauh, para guru dan tenaga kependidikan tetap diwajibkan menjalankan tugas sesuai jam kerja yang berlaku.
‎ Jadwal pembelajaran tetap disesuaikan dengan kurikulum normal untuk memastikan pemenuhan beban kerja guru dan hak belajar siswa.
‎Adapun teknis pelaksanaan PJJ diserahkan penuh kepada manajemen masing-masing sekolah. 
‎Sekolah diberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan skema pembelajaran dengan ketersediaan sarana, prasarana, serta kondisi para siswa.
‎"Selanjutnya bakal dievaluasi kembali kebijakan ini setelah masa perpanjangan berakhir pada 2 September 2026. Keputusan apakah pembelajaran tatap muka (PTM) dapat kembali dibuka akan bergantung pada perkembangan kualitas udara dan situasi karhutla di lapangan,"pungkasnya.
‎Di tingkat sekolah, pelaksanaan PJJ sejauh ini berjalan relatif lancar meskipun dibayangi sejumlah kendala teknis. 
‎Kepala SDN 2 Guntung Manggis, Aini Murliah Setyani, mengungkapkan bahwa hingga Jumat lalu seluruh kelas tetap dapat mengikuti proses pembelajaran daring.
‎Ia menjelaskan, hambatan seperti ketersediaan gawai yang dibawa orang tua bekerja disiasati dengan pembelajaran fleksibel setelah orang tua pulang ke rumah. 
‎Meskipun ada sebagian orang tua murid yang mengeluhkan bertambahnya beban pendampingan belajar anak di rumah, tingkat penerimaan PJJ di lingkungan sekolahnya tergolong tinggi.
‎"Dari survei yang kami lakukan, masih banyak orang tua murid yang justru menginginkan PJJ tetap dilanjutkan," Pungkasnya.(yan/fsl)

Lebih baru Lebih lama