Trending

Kualitas Udara di Balangan Sempat Masuk Kategori Berbahaya

UDARA: kondisi udara di Kabupaten Balangan yang sempat masuk kategori berbahaya akibat asap sisa karhutla/foto:riza

BANUATODAY.COM,PARINGIN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang marak terjadi berdampak pada penurunan kualitas udara di Kabupaten Balangan. Kualitas udara di wilayah ini sempat menyentuh kategori berbahaya pada Sabtu (29/8/2026) pagi akibat penumpukan kabut asap sisa kebakaran lahan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, H Rahmi, menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, kualitas udara harian sejatinya berada pada kategori sedang dengan rata-rata konsentrasi partikulat 87,7 mikrogram per meter kubik (µg/m^3) dari tengah malam hingga pukul 03.00 WITA.

Namun, lonjakan polutan ekstrem terjadi menjelang pagi hari akibat pergerakan angin dan penumpukan asap sisa kebakaran dari wilayah seperti Batumandi dan Lampihong.

"Terjadi lonjakan konsentrasi partikulat secara signifikan mulai pukul 04.00 hingga 09.00 WITA. Puncaknya terjadi pada pukul 07.00 WITA, di mana konsentrasi menyentuh angka 612,7 µg/m^3 dan masuk kategori berbahaya," kata Rahmi, Minggu (30/8).

Rahmi menjelaskan, paparan udara pada level berbahaya ini rentan memicu iritasi mata, hidung, tenggorokan, serta memperburuk kondisi penderita penyakit jantung dan paru-paru. Kelompok anak-anak dan lansia menjadi yang paling rentan terdampak.

Guna mengantisipasi dampak kesehatan, BPBD Balangan mengimbau warga untuk membatasi aktivitas luar ruangan dan menerapkan protokol perlindungan diri.

"Kami mengimbau masyarakat membatasi aktivitas luar ruangan dan wajib menggunakan masker medis jenis N95 atau KN95. Jaga imunitas, terapkan pola hidup sehat, dan jangan lagi melakukan pembakaran hutan maupun lahan," tegas Rahmi. (frz/fsl)


 

Lebih baru Lebih lama