Trending

Kabut Asap Tetangga Menebal, Dinkes Banjarmasin Siagakan Puskesmas

 

KABUT: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti kota tetangga/Foto: ana

BAUATODAY.COM, BANJARMASIN – Kabut asap yang mulai menebal di sejumlah wilayah kabupaten tetangga menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin. Meski kondisi kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Banjarmasin masih tergolong aman, langkah antisipasi mulai diperkuat.

Kepala Dinkes Kota Banjarmasin Yanuar Diansyah mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan kasus ISPA. Termasuk melihat kemungkinan dampak dari kondisi asap yang terjadi di wilayah sekitar Banjarmasin.

“Banjarmasin masih dalam kondisi aman. Tapi risikonya tetap harus kita jaga. Ke depan mitigasi risikonya harus dilakukan,” ujarnya, Rabu (12/8/2026) siang.

Menurut Yanuar, berdasarkan data yang dihimpun Dinkes, kasus ISPA pada Juli justru lebih rendah dibandingkan Juni. Pada Juni tercatat sekitar 400-an kasus, sedangkan Juli berada di kisaran 300-an kasus.

“Untuk Agustus masih berjalan. Kemudian kita ada pemantauan mingguan. Dari situ kasusnya masih aman,” katanya.

Meski demikian, Dinkes tidak mau lengah. Sejak sebulan lalu, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan peningkatan kasus akibat paparan asap. Mulai dari kesiapan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, termasuk memastikan ketersediaan obat-obatan dan bahan habis pakai.

“Kalau terjadi peningkatan kasus ISPA di masyarakat, pusat pelayanan kesehatan kita dapat menangani masyarakat dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, Yanuar menambahkan, pihaknya juga menggencarkan promosi kesehatan melalui media sosial (medsos), podcast, hingga puskesmas. Materinya mengenai bahaya ISPA, gejala yang harus diwaspadai, serta langkah pencegahan ketika kualitas udara mulai memburuk.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta meningkatkan perlindungan diri. Salah satunya menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Terutama bagi masyarakat dewasa menjadi kelompok yang rentan karena banyak beraktivitas di luar rumah. Mulai pekerja lapangan, pengemudi ojek, hingga warga yang bekerja di luar ruangan.

“Kalau kita bekerja di luar ruangan, antisipasinya dengan menggunakan masker,” imbaunya.

Anak-anak juga tak luput dari perhatian. Menurutnya, paparan asap terhadap anak perlu diantisipasi karena risikonya dapat lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Karena itu, orang tua diminta membatasi aktivitas anak di luar rumah ketika kondisi udara memburuk serta memastikan perlindungan yang memadai.

“Yang penting masyarakat mengikuti imbauan kesehatan dan kita terus melakukan pemantauan,” pungkas Yanuar.(yln/rdh)

Lebih baru Lebih lama