Trending

Keseruan Lomba 17-an di TK Islam Raudhatul Jannah Kertak Hanyar

 

SERU:Lomba 17-an di TK Islam Raudhatul Jannah Kertak Hanyar  yang sangat seru/foto:naza

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN - Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia masih terasa hangat di berbagai sudut kota. Salah satu perayaan yang tak kalah meriah dan penuh makna berlangsung di TK Islam Raudhatul Jannah, Komplek Palapan Indah, Km 8, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.

Selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada 18 hingga 19 Agustus 2026, halaman sekolah dipenuhi tawa dan semangat anak-anak usia dini yang mengikuti berbagai perlombaan. Menariknya, lomba yang digelar tak sekadar mencari pemenang, melainkan dirancang khusus untuk mengasah motorik, kemandirian, hingga nilai keagamaan anak.

Pada hari pertama, anak-anak diajak mengikuti lomba yang lekat dengan aktivitas keseharian mereka, seperti lomba memakai kaos kaki secara mandiri. Ada pula lomba ketangkasan estafet memasukkan bendera ke dalam botol, hingga lomba kolaborasi mengambil bola berwarna yang harus diserahkan kepada orang tua untuk dimasukkan ke keranjang.

Kepala Sekolah TK Islam Raudhatul Jannah, Raziahtum Mahfuziah, menjelaskan bahwa setiap perlombaan memiliki muatan edukasi yang kuat untuk tumbuh kembang anak.

"Selain memeriahkan HUT kemerdekaan, kami menanamkan pendidikan edukatif di setiap kegiatan. Lomba memasukkan bendera ke botol itu melatih motorik kasar dan ketangkasan anak. Lomba mengambil bola berwarna bertujuan agar anak mengenal ragam warna, sedangkan lomba memakai kaos kaki untuk melatih kemandirian sejak dini," jelas Raziahtum.

Keseruan berlanjut pada hari kedua. Halaman sekolah semakin semarak dengan kekompakan anak-anak dan orang tua yang mengenakan pakaian bernuansa merah putih. Sesuai dengan basis pendidikan Islam yang diusung, hari kedua diisi dengan perlombaan keagamaan, yakni lomba membaca doa sebelum belajar yang dinilai langsung oleh Ketua Yayasan, Ustaz Saleh Yusran. Selain itu, ada juga lomba sambung ayat dengan tantangan unik, di mana kali ini guru dan orqng diuji kecermatan hafalannya dengan melafalkan ayat sebelumnya.

Di luar perlombaan keagamaan, suasana hari kedua makin pecah dengan diadakannya lomba serok uang di dalam nampan. Lomba yang terlihat sepele ini nyatanya sangat susah untuk ditaklukkan. Banyak peserta yang kesulitan dan gagal mengeruk uang dari nampan, alhasil aksi-aksi tersebut sukses mengundang tawa riuh dan gelak tawa dari para penonton yang hadir.

Tak kalah menarik lomba pesan berantai, dimana setiap orang tua hanya diperbolehkan menggerakkan bagian tubuh saja untuk menyampaikan pesan dari orang pertama hingga terakhir. 

Kesuksesan seluruh rangkaian acara ini tak lepas dari sinergi luar biasa antara pihak sekolah dan wali murid. Raziahtum menyebut, antusiasme orang tua sangat tinggi hingga berinisiatif memberikan berbagai hadiah hiburan tambahan.

"Dukungan orang tua alhamdulillah full dan sangat antusias. Mereka dengan sukarela dan senang hati menyiapkan hadiah hiburan tambahan untuk memeriahkan acara—seperti pada lomba serok uang tadi—tanpa kami minta," tambahnya bangga.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ustaz Saleh Yusran menekankan pentingnya momen 17 Agustus sebagai wadah menanamkan karakter kebangsaan sejak usia dini.

"Kita tahu bahwa perjuangan para pahlawan kita terdahulu sungguh sangat berat. Oleh karena itu, kita tanamkan rasa cinta tanah air kepada anak-anak agar mereka tahu betapa berharganya perjuangan para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Pesan saya, anak-anak harus mengisi kemerdekaan ini dengan terus semangat belajar," pungkas Ustaz Saleh.(naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama