Trending

Langit Banjarmasin Berkabut Ribuan Warga Ikuti Salat Istisqa di Masjid Raya Sabilal Muhtadin

 

WARGA :Ribuan Warga Ikuti Salat Istisqa di Masjid Raya Sabilal Muhtadin/foto:naza

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN – Langit Banjarmasin tampak memutih diselimuti kabut asap tipis pada Selasa (25/08) pagi. Di bawah bayang-bayang pekatnya musim kemarau yang melanda, ribuan jemaah tampak duduk bersimpuh memenuhi area lapangan Masjid Raya Sabilal Muhtadin. 

Dari saf terdepan hingga meluber ke area paling belakang, suasana khusyuk dan haru membalut hela napas warga yang memadati lokasi. Puncaknya, suara sesenggukan Khatib Al-Ustadz H. Ilham Humaidi pecah melalui pengeras suara saat merapal munajat, memohon belas kasih Sang Pencipta agar segera menjatuhkan rahmat berupa hujan di Bumi Lambung Mangkurat. 

Pemandangan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Salat Istisqa berjemaah yang digelar pada pukul 07.30 Wita. Ibadah yang dipimpin oleh Imam Al-Ustadz H. Ahmad Sawiti ini, menjadi ikhtiar spiritual masyarakat bersama unsur pemerintah daerah, di tengah kepungan musibah kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. 

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, yang turut berbaur dalam saf jemaah bersama Wakil Gubernur dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menyampaikan harapan besarnya usai pelaksanaan salat. 

"Alhamdulillah hari ini kita dapat melaksanakan Salat Istisqa di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Kita mengharapkan dengan salat ini Allah turunkan hujan di Kalsel," ujarnya kepada para awak media. 

Orang nomor satu di Kalsel itu mengungkapkan, bahwa saat ini tim gabungan telah berjuang keras tanpa lelah di lapangan. 

"Sudah hampir satu bulan lebih, relawan, TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah provinsi dan kabupaten, serta masyarakat, setiap hari bekerja memadamkan api. Karena saat ini untuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) agak susah, karena awannya tidak ada, maka kita mengharapkan mudah-mudahan dengan Salat Istisqa ini Allah memberikan hujan," tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel sekaligus Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin H. Muhammad Tambrin, menyebut antusiasme masyarakat yang hadir sangat luar biasa. Pelaksanaan ibadah ini diinisiasi berdasarkan arahan dari Gubernur dan Wakil Gubernur. 

"Alhamdulillah kita lihat jemaah yang hadir lebih dari lima ribuan orang. Saya menyampaikan terima kasih kepada habaib, alim ulama, guru-guru agama, anak-anak madrasah, serta unsur Forkopimda. Ini merupakan girah semangat permohonan munajat kita kepada Allah," ungkapnya. 

Tambrin juga membagikan fakta haru di balik persiapan spiritual ibadah sunah muakadah ini. Ia menyebut bahwa Imam Salat Istisqa telah melakukan persiapan khusus yang sangat dianjurkan dalam syariat. 

"Imam kita hari ini, Bapak Ustaz H. Ahmad Sawiti, sudah puasa tiga hari berturut-turut dari hari Sabtu, Ahad, dan Senin. Ini maksudnya supaya Allah kabulkan hujannya. Saya mengimbau kepada masjid-masjid lain yang akan melaksanakan Istisqa, agar menunjuk imam atau khatib yang sudah berpuasa tiga hari berturut-turut," jelasnya. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa tata cara Salat Istisqa memiliki kekhasan tersendiri. Secara umum pelaksanaannya mirip dengan Salat Idulfitri atau Iduladha, namun khatib memulai dengan membaca istigfar sebanyak sembilan kali pada khutbah pertama dan tujuh kali pada khutbah kedua. 

"Dan yang lebih utama adalah saat bermunajat meminta kepada Allah pada khutbah kedua, khatib memutar posisi berpaling menghadap ke belakang (kiblat)," pungkasnya. 

Melalui lantunan doa yang menggema di tengah pekatnya kemarau, seluruh elemen masyarakat Kalimantan Selatan kini menaruh satu harapan yang sama: turunnya hujan lebat yang membawa keberkahan, demi memadamkan titik-titik api dan menyuburkan kembali banua.(naz/fsl)



Lebih baru Lebih lama