Trending

Karhutla Banjar Capai 1.011 Hektare, Status Siaga Darurat Diperpanjang hingga September

 

SIAGA:Status Siaga Darurat Diperpanjang hingga September 2026/foto:bpbdbanjar

BANUATODAY.COM,BANJAR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hingga pertengahan 2026, luas lahan yang terbakar telah mencapai lebih dari seribu hektare.

Berdasarkan rekapitulasi penanganan karhutla dan kekeringan, tercatat 1.011,958 hektare lahan terbakar, dengan 370,675 hektare di antaranya merupakan kawasan hutan.

Kebakaran tercatat terjadi di 59 desa dan tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar. Beberapa kecamatan yang terdampak di antaranya Aranio, Beruntung Baru, Cintapuri Darussalam, Gambut, Karang Intan, Kertak Hanyar, Martapura, Martapura Barat, Martapura Timur, Pengaron, Sungai Tabuk, Sungai Pinang hingga Tatah Makmur.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Banjar menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan.

Status tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Banjar Nomor 188.45/312/KUM/BPBD/2026 tertanggal 15 Juli 2026 dan berlaku hingga 30 September 2026.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, pemerintah daerah juga membentuk posko terpadu serta pos lapangan di sejumlah wilayah yang dianggap rawan.

Penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Kabupaten Banjar, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, TNI, Polri, SKPD terkait, PMI, relawan hingga unsur lainnya.

Selain pemadaman, pemerintah juga melakukan patroli, deteksi dini, sosialisasi dan penanganan titik api secara terpadu.

Karakteristik lahan gambut yang berada di sejumlah kawasan menjadi salah satu tantangan tersendiri. Api yang muncul di bawah permukaan dapat sulit dideteksi dan membutuhkan penanganan berulang agar tidak kembali muncul.

Pemerintah Kabupaten Banjar menegaskan seluruh sumber daya yang tersedia terus dioptimalkan untuk mempercepat penanganan karhutla sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Dengan kondisi cuaca yang masih kering, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.(yan/fsl)

Lebih baru Lebih lama