Trending

Mahasiswa Farmasi ULM Sukses Gelar "Desa Farmasi 2026" di Banjar

 

SUKSES -Kegiatan mahasiswa Farmasi ULM "Desa Farmasi 2026" di Banjar/foto:yuanda

BANUATODAY.COM,BANJAR – Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), melalui Himpunan Mahasiswa Farmasi “Avi Cenna”, sukses menyelenggarakan program unggulan bertajuk "Desa Farmasi 2026".

Mengusung tema “Farmasi untuk Desa: Edukasi untuk Kesehatan, Aksi untuk Perubahan”, kegiatan ini menyasar masyarakat Desa Melayu Tengah, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Program pengabdian ini berlangsung secara berkelanjutan selama beberapa pekan, mulai dari 25 Juli hingga 8 Agustus 2026.

Dosen Pembimbing kegiatan, apt. Siti Malahayati, S.Farm., M.Farm., menuturkan bahwa Desa Farmasi bukan sekadar tempat mahasiswa untuk belajar, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara kampus dan desa.

"Sangat penting bagi mahasiswa Farmasi untuk turun langsung ke masyarakat. Selama ini mahasiswa lebih banyak mendapatkan pembelajaran teori di kelas, sedangkan kondisi di lapangan dapat sangat berbeda. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang bagi mahasiswa mengaplikasikan ilmu perkuliahan," ujar Siti Malahayati.

Ia menambahkan, dampak positif dari program ini sudah terlihat dari peningkatan kesadaran warga yang diukur melalui hasil pretest dan posttest selama kegiatan berlangsung.

Rangkaian kegiatan diawali pada Sabtu (25/7) di Kantor Desa Melayu Tengah. Mahasiswa terjun langsung mengedukasi warga mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), langkah pencegahan anemia, swamedikasi (pengobatan mandiri) yang aman, serta tata cara penggunaan Tablet Tambah Darah (TTD).

Keesokan harinya, kegiatan difokuskan pada pemberdayaan potensi lokal melalui edukasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Warga tidak hanya mendapat teori, tetapi diajak berpraktik langsung meracik jamu herbal pendukung pencegahan anemia, mulai dari penyaringan, pengemasan, hingga penyajian.

Kehadiran mahasiswa di tengah warga ini mendapat sambutan hangat. Kepala Sekolah SDN Melayu Tengah sekaligus tokoh masyarakat setempat, Ahmad Jaylani, sangat mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan oleh tim "Avi Cenna". Ia mengungkapkan bahwa warga merasakan manfaat langsung dari pendampingan tersebut.

"Masyarakat sangat senang atas adanya program Desa Farmasi karena mahasiswa menyampaikan, menyosialisasikan, dan memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat," ungkap Jaylani.

Menurutnya, sesi pengenalan TOGA dan pembuatan jamu sangat menyedot perhatian warga. "Masyarakat menjadi lebih mengenal manfaat tanaman dan cara pengolahannya. Jamu yang dibuat juga bermanfaat mencegah anemia. Setelah adanya program Desa Farmasi ini, warga lebih memahami arti penting kesehatan dan menjadi lebih memperhatikan pola hidup sehat," tambahnya.

Melihat antusiasme tersebut, Jaylani menyoroti perlunya perhatian lebih lanjut pada persoalan kesehatan spesifik yang masih kerap dialami warga desa. "Saya berharap ke depannya masyarakat dapat memperoleh edukasi mengenai hipertensi dan gula darah," tuturnya.

Menariknya, program ini juga merangkul anak-anak. Pada Kamis (30/7), tim mahasiswa menyambangi SDN Melayu Tengah lewat program "Apoteker Cilik". Melalui simulasi yang menyenangkan, para siswa dikenalkan dengan klasifikasi obat, profesi apoteker, dan aturan pakai obat yang tepat. Di hari yang sama, aksi jemput bola juga dilakukan lewat edukasi door-to-door untuk membagikan brosur dan berdialog langsung dengan keluarga di desa tersebut.

Sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian acara, panitia bersama Pusat Informasi Obat (PIO-LM) menggelar layanan pemeriksaan kesehatan gratis pada Sabtu (8/8).

Atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan, Ahmad Jaylani pun menitipkan pesan dan harapan besar bagi para mahasiswa ULM yang telah berkontribusi.

"Diharapkan kepada para mahasiswa yang telah mengikuti Desa Farmasi untuk terus belajar, berkarya, dan mengabdi kepada seluruh masyarakat. Semoga pengalaman di Desa Melayu Tengah dapat menjadi bekal untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan bermanfaat bagi masyarakat," harap Jaylani.

"Hal yang membanggakan dari program Desa Farmasi adalah saya melihat mahasiswa dapat berkontribusi secara langsung, berbagi ilmu, dan memberikan manfaat nyata. Desa Farmasi adalah wujud nyata kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan dan kemandirian desa," pungkasnya.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat terus membawa dampak jangka panjang berupa peningkatan pemahaman warga terhadap penggunaan obat yang rasional serta kesadaran memelihara kesehatan secara mandiri.(yan/fsl)

Lebih baru Lebih lama