Trending

Merawat Tradisi Banjar, 11 Santri Da'watul Khair Ikuti Khataman Al-Qur'an yang Penuh Haru

 

KHATAMAN ::11 Santri Da'watul Khair Ikuti Khataman Al-Qur'an yang Penuh Haru/foto:naza

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN – Suasana penuh khidmat dan kebahagiaan menyelimuti Gedung Pramuka Banjarmasin pada Jumat (14/08) siang. Hari itu menjadi momen bersejarah bagi TK/TP Al-Qur’an Unit 002 Da’watul Khair yang merayakan Milad ke-37 sekaligus menggelar prosesi Khataman Al-Qur’an ke-39.

Sebanyak 11 santri dan santriwati yang sebelumnya telah berhasil melewati tahapan munaqasah (ujian), kini resmi dikukuhkan. Wajah bangga tak hanya terpancar dari para santri, tetapi juga para orang tua yang hadir mendampingi.

Kepala TK/TP Al-Qur’an Unit 002 Da’watul Khair, Norliyana, menuturkan bahwa khataman ini bukan sekadar seremonial kelulusan, melainkan upaya menjaga tradisi berharga masyarakat Banjar yang harus terus dilestarikan.

"Pesan kami untuk anak-anak, jangan pernah berhenti membaca Al-Qur'an. Teruslah lantunkan di rumah, karena rumah yang dibacakan Al-Qur'an akan terasa lebih nyaman dan tenteram," ungkap Norliyana. Ia juga menambahkan bahwa para lulusan bisa melanjutkan ke jenjang tahfiz, tilawah, dan tartil yang telah disiapkan oleh lembaga. Bagi santri kelas Iqro, ia berpesan agar tetap semangat merajut asa hingga khatam.

Konsistensi TK/TPA yang telah berdiri selama 37 tahun ini mendapat apresiasi khusus dari Ketua DPD BKPRMI Kota Banjarmasin, Ustaz Mahali. Menurutnya, lembaga ini telah terbukti nyata melahirkan generasi penerus yang Qur'ani.

Ustaz Mahali juga memberikan dorongan agar para santri terus menggali potensi diri. Terlebih, ajang bergengsi Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) akan segera bergulir. "Ini adalah ajang tiga tahunan. Tingkat kecamatan akan dimulai pada akhir Oktober, dan tingkat kota pada November mendatang. Mari persiapkan diri sebaik-baiknya," pesannya.

Momen haru semakin terasa saat tokoh pendiri TK/TP Al-Qur’an Unit 002 Da’watul Khair, Ustaz KH Chairani Idris, memberikan wejangan kepada para orang tua. Ia meyakinkan bahwa keputusan menitipkan anak untuk belajar agama adalah investasi terbaik.

"Langkah pian-pian (bapak/ibu) menitipkan anak belajar Al-Qur'an adalah sebuah ibadah mulia. Kelak, lantunan ayat suci dari anak-anak kita akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, serta menjadi syafaat dan penerang abadi bagi kedua orang tuanya di akhirat kelak," tuturnya dengan lembut.

Di penghujung acara, kebahagiaan disempurnakan dengan penyerahan penghargaan kepada santri peraih nilai munaqasah tertinggi, santri teladan, dan santri teraktif.

Namun, apresiasi tertinggi hari itu juga diberikan kepada dua pahlawan tanpa tanda jasa. Piagam penghargaan diserahkan kepada dua orang tenaga pengajar yang telah dengan sabar dan tulus mengabdikan diri di TK/TPA tersebut selama 35 dan 37 tahun. Sebuah dedikasi luar biasa yang menjadi jantung dari kokohnya pendidikan Al-Qur'an di Da'watul Khair.(naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama