Trending

Raperda Perubahan APBD 2026 Disampaikan ke DPRD, Pemkab Balangan Fokus Jaga Pelayanan Publik

 

HADIR: Sekretaris Daerah Kabupaten Balangan Fakhriyanto hadir mewakili Bupati Balangan H. Abdul Hadi untuk menyampaikan pidato pengantar Raperda - Foto Dok


BANUATODAY.COM, BALANGAN - Pemerintah Kabupaten Balangan menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Balangan, Senin (3/8/2026). Dalam rancangan tersebut, pendapatan daerah diproyeksikan turun 1,81 persen menjadi Rp1,98 triliun sebagai dampak penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Balangan Fakhriyanto hadir mewakili Bupati Balangan H. Abdul Hadi untuk menyampaikan pidato pengantar Raperda. Ia menjelaskan, penyesuaian postur APBD dilakukan sebagai respons terhadap perubahan kebijakan fiskal pemerintah pusat yang berdampak pada keuangan daerah.

"Salah satu faktor utama penurunan pendapatan daerah adalah pemotongan Dana Desa sebesar Rp53,8 miliar oleh pemerintah pusat. Dana tersebut dialokasikan untuk pembiayaan penyertaan modal Koperasi Desa Merah Putih sehingga mengurangi besaran dana transfer yang diterima Kabupaten Balangan," ujarnya.

Meski demikian, pemerintah daerah bersama DPRD telah melakukan langkah antisipatif melalui pembahasan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026. Pembahasan dilakukan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran DPRD guna menyesuaikan prioritas belanja daerah.

"Pengurangan kemampuan anggaran tersebut tidak boleh mengganggu prioritas-prioritas yang telah kita sepakati. Kita telah bersepakat untuk memilah mana yang harus tetap dilaksanakan, ditunda, dikurangi, atau dibatalkan. Yang tidak kalah penting, kualitas pelayanan publik tidak boleh berkurang," tegas Fakhriyanto.

Dalam rancangan APBD Perubahan 2026, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp1,98 triliun atau turun 1,81 persen dibandingkan APBD murni. Namun, penurunan dana transfer tersebut diimbangi dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 9,37 persen.

Sementara itu, belanja daerah juga mengalami penyesuaian. Total belanja dikoreksi turun 1,25 persen menjadi Rp2,87 triliun. Pemkab Balangan mengalihkan sebagian anggaran belanja modal gedung dan bangunan untuk mendukung pembangunan jalan, jaringan irigasi, serta infrastruktur yang dinilai lebih mendesak.

"Adapun defisit anggaran sebesar Rp896,4 miliar direncanakan ditutup melalui pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun anggaran sebelumnya," tambahnya.

Menutup penyampaiannya, Fakhriyanto menginstruksikan seluruh perangkat daerah agar menerapkan efisiensi anggaran secara ketat. Setiap program dan kegiatan, kata dia, harus memiliki keluaran yang terukur serta berorientasi pada peningkatan produktivitas dan pelayanan kepada masyarakat.

"Semoga Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat segera dibahas dan disetujui DPRD sehingga sisa waktu pelaksanaan anggaran dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Balangan," tukasnya. (ra/fs)

Lebih baru Lebih lama