DUKUNGAN :Aiptu Lufia Noor Bhabinkamtibmas Sungai Andai rogoh kocek pribadi untuk bantu relawan/foto:anaBANUATODAY.COM,BANJARMASIN – Kepedulian terhadap para relawan pemadam kebakaran ditunjukkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Andai, Aiptu Lufia Noor. Di tengah teriknya cuaca dan kobaran api yang melanda kawasan Sungai Biuku, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, ia rela merogoh kocek pribadi untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) bagi relawan pemadam kebakaran, Jumat (28/08).
Langkah tersebut dilakukan Aiptu Lufia sebagai bentuk dukungan kepada para relawan yang berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan tersebut.
Sebelum terjun langsung ke lokasi, Aiptu Lufia juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pemadam kebakaran (damkar) swasta di wilayah Sungai Andai. Ia meminta para relawan meningkatkan kewaspadaan dan aktif melakukan penanganan apabila sewaktu-waktu terjadi karhutla.
Kewaspadaan tersebut dinilai penting mengingat sebagian wilayah Sungai Andai masih berupa semak belukar. Terlebih, kawasan yang berada di ujung Kota Banjarmasin itu berbatasan langsung dengan Kabupaten Barito Kuala yang sebagian wilayahnya juga masih berupa lahan gambut.
Saat ditemui di lokasi pemadaman, Aiptu Lufia menceritakan bahwa dirinya pertama kali mendapat informasi kebakaran dari warga.
"Saat itu posisi saya sedang PAM di pengadilan. Dapat kabar ada karhutla yang lokasinya tak jauh dari perumahan, saya langsung menghubungi beberapa Damkar swasta di Sungai Andai guna meluncurkan armadanya," ujarnya.
Setelah memastikan bantuan pemadam bergerak menuju lokasi, Aiptu Lufia turut meluncur dan terlibat langsung dalam upaya pemadaman.
Respons cepat para relawan membuat kobaran api dapat segera dilokalisir. Meski kondisi cuaca cukup terik dan api bergerak cepat, kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan.
Di tengah proses pemadaman itulah Aiptu Lufia berinisiatif membeli BBM menggunakan uang pribadinya untuk dibagikan kepada sejumlah armada damkar swasta yang berada di lokasi.
Menurutnya, bantuan tersebut bukanlah sesuatu yang besar, namun menjadi bentuk apresiasi kepada para relawan yang dengan sukarela meluangkan tenaga dan waktu untuk membantu masyarakat.
"Memang jumlahnya tak seberapa, tapi itu merupakan bentuk perhatian kami ke kawan-kawan Damkar. Kami tidak ingin muncul kesan bahwa Bhabinkamtibmas cuma tinggal suruh-suruh saja," jelasnya.
Ia berharap kepedulian tersebut dapat semakin memperkuat sinergi antara kepolisian, relawan damkar dan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.
Dari hasil pengamatan sementara, Aiptu Lufia menduga api berasal dari kawasan yang kerap dijadikan warga sebagai lokasi pembuangan sampah, kemudian merembet ke semak belukar di sekitarnya.
Padahal, di lokasi tersebut telah dipasang imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah maupun melakukan pembakaran lahan.
"Setelah ini kami akan menegaskan kepada ketua RT dan warga untuk tidak melakukan pembakaran. Karena kalau sampai terjadi (kebakaran), dampak api bisa sangat luas, bahkan bisa sampai perbatasan Batola," tegasnya.
Aksi Aiptu Lufia menjadi gambaran bahwa penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga membutuhkan kepedulian, kecepatan respons dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.(yln/fsl)
