KEBAKARAN: Petugas saat coba memadamkan api yang membakar pohon cabai Hiyung di Desa Sungai Rutas Hulu, di mana ada belasan ribu pohon yang terbakar/Foto Pusdalops BPBD Tapin BANUATODAY.COM,RANTAU –Belasan ribu batang cabai ikut terbakar pada Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Tapin, Kamis kemarin. Dalam satu hari, dua lokasi dilanda kebakaran dengan total lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor mengatakan, dua kejadian tersebut terjadi di Desa Sungai Rutas Hulu, Kecamatan Candi Laras Selatan dan Desa Tangkawang, Kecamatan Bakarangan.
Kebakaran pertama dilaporkan terjadi di Sungai Rutas Hulu sejak pukul 13.37 Wita. Api membakar sekitar tiga hektare lahan.
Dari luasan tersebut, sekitar 2,5 hektare merupakan semak belukar. Sedangkan 0,5 hektare lainnya merupakan kebun cabai milik warga.
“Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui,” kata Muhammad Nor.
Kebakaran tersebut berdampak pada tanaman cabai milik sejumlah petani. Berdasarkan pendataan di lapangan, sekitar belasan ribu batang cabai ikut terbakar.
Tanaman cabai milik Rahimah yang terbakar sekitar 3.500 batang. Kemudian milik Syafiah sekitar 3.500 batang, Nuriati 1.500 batang dan Safdah juga sekitar 1.500 batang, serta atas nama Syamsudin sekitar 2.800 batang.
Penanganan dilakukan secara bersama-sama. Tim TRC BPBD Tapin dibantu Posko Gabungan Karhutla, TNI-Polri, sejumlah barisan pemadam kebakaran, Destana Hiyung, KTPA Sungai Rutas Hulu dan masyarakat setempat.
Petugas menggunakan unit tangki serta mesin pemadam portabel untuk melakukan pemadaman dan pembasahan di lokasi.
“Untuk titik api sudah berangsur padam,” ujarnya.
Sementara itu, karhutla juga terjadi di Desa Tangkawang, Kecamatan Bakarangan.
Kebakaran yang dilaporkan sekitar pukul 13.37 hingga 16.39 Wita tersebut menghanguskan sekitar dua hektare lahan semak belukar.
Penyebab kebakaran di lokasi tersebut juga masih belum diketahui.
Tim TRC BPBD Tapin bersama Posko Gabungan, BPK Kalang Damar dan masyarakat langsung melakukan pemadaman menggunakan unit tangki.
Muhammad Nor mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi kemarau. Lahan yang kering dan mudah terbakar membuat api berpotensi cepat meluas.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.
“Kami mengharapkan masyarakat ikut membantu melakukan pencegahan. Kalau melihat titik api, segera laporkan agar bisa ditangani sebelum meluas,” pungkasnya.(ftrz/fsl)
